Akibat PPKM, Penjualan Mal Merosot Tajam hingga 70 Persen

Kompas.com - 25/01/2021, 13:53 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pembatasan yang diterapkan pada sektor pusat belanja berdampak pada merosotnya tingkat penjualan.

Menurutnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) tingkat penjualan di sektor ini mencapai 60 persen.

Namun, setelah diberlakukan PPKM, penjualan justru merosot tajam.

"Sebelum PPKM diberlakukan, tingkat penjualan baru mencapai sekitar 60 persen saja. Pada saat PPKM diberlakukan, tingkat penjualan hanya tersisa sekitar 30 persen, atau merosot 70 persen," kata Alphonzus saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/01/2021).

Alphonzus menjelaskan pembatasan jam operasional mal pusat perbelanjaan mengakibatkan hilangnya salah satu peak hour atau waktu puncak kunjungan ke pusat perbelanjaan.

Baca juga: Tak Pernah Jadi Klaster Penularan, APPBI Minta Mal Dikecualikan dari PPKM

Dampak itu terasa sangat signifikan, karena membuat mal kian sepi dikunjungi.

Dia mencatat selama PPKM diberlakukan serentak di sejumlah Provinsi di Indonesia, tingkat kunjungan mayarakat ke pusat perbelanjaan turun dengan hanya rata-rata mencapai 30 persen.

"Selama PPKM diberlakukan, tingkat kunjungan turun sehingga rata-rata hanya tinggal tersisa 20 persen sampai 30 persen," tuturnya.

Alphonzus menambahkan pembatasan mengakibatkan terhambatnya kembali gerak roda perekonomian sektor pusat perbelanjaan yang saat ini masih terus menerus dalam kondisi terpuruk.

"Kondisi pusat perbelanjaan menjadi semakin berat dan juga khususnya sektor usaha restoran dan kafe semakin hari semakin terpuruk akibat pembatasan yang diberlakukan," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X