Resmi, Tarif 8 Ruas Tol Naik Serentak Minggu 17 Januari

Kompas.com - 17/01/2021, 12:59 WIB
Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono melakukan peresmian pemberlakuan perubahan tarif 8 ruas tol, Minggu (17/1/2021) pukul 00.00 WIB. Asosiasi Jalan Tol IndonesiaKetua Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono melakukan peresmian pemberlakuan perubahan tarif 8 ruas tol, Minggu (17/1/2021) pukul 00.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penetapan tarif baru delapan ruas jalan tol bebas hambatan tadi malam telah resmi diberlakukan Minggu (17/01/2021) pukul 00.00 WIB.

Pelaksanaan pemberlakuan tarif baru secara resmi ini dihadiri oleh Sekjen Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono, dan sejumlah unsur dari lima Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). 

Delapan ruas tol tersebut memang dimiliki dan dikelola oleh lima BUJT yakni, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Toll Road, PT Marga Lingkar Jakarta, serta PT Jakarta Lingkar Baratsatu.

Baca juga: Tarif Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang Naik 17 Januari 2021

Kenaikan tarif tol tersebut dilakukan dalam rangka menjamin para BUJT untuk meningkatkan level of service (tingkat pelayanan) dan sebagai wujud kepastian pengembalian investasi.

Sekjen ATI Krist Ade Sudiyono menuturkan, investasi jalan tol memerlukan kapital yang besar dan tingkat pengembalian yang sangat panjang, sehingga adanya kepastian usaha dan tingkat pengembalian jangka panjang merupakan kunci utama.

"Bisnis resilience yang didukung konsistensi dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan memenuhi persyaratan model bisnis dari investasi ini sangat diperlukan," kata Krist kepada Kompas.com, Minggu (17/01/2021).

Oleh karena itu, imbuh dia, untuk menjaga kesinambungan investasi jangka panjang, mempertahankan tingkat pelayanan kepada masyarakat, salah satu komitmen pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur jalan tol adalah konsistensi melakukan penyesuaian tarif.

Baca juga: Tarif Baru Tol Cipularang dan Padaleunyi Berlaku 17 Januari, Ini Rinciannya

"Kami, Asosiasi Jalan Tol Indonesia, mengapresiasi upaya ini termasuk kepada semua pemangku kepentingan lain yang ikut mendukung penciptaan iklim investasi yang baik di infrastruktur jalan tol nasional," ucap Krist.

Sebelumnya, seluruh ruas jalan tol tersebut telah mengalami penundaan kenaikan tarif sejak tahun lalu akibat adanya Pandemi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, jalan tol merupakan investasi yang dikeluarkan oleh BUJT sehingga perlu adanya pengembalian dana yang diperoleh dari pendapatan tol.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X