Tanggap Bencana Gempa Majene, Ditjen Cipta Karya Fasilitasi Air Bersih dan Toilet Umum

Kompas.com - 15/01/2021, 14:56 WIB
Kamis (14/1/2021) pukul 13.35 WIB, wilayah Majene, Sulawesi Barat diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo  5,9.
BMKG/DaryonoKamis (14/1/2021) pukul 13.35 WIB, wilayah Majene, Sulawesi Barat diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo 5,9.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.30 Wita.

Gempa tersebut mengakibatkan 27 orang meninggal dunia, 637 orang luka-luka, dan lebih kurang 2.000 mengungsi.

Selain itu, sejumlah kerusakan pada gedung, bangunan, fasilitas publik, dan rumah warga yang berada di wilayah Kabupaten Majene dan Mamuju Sulawesi Barat.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti memastikan segera mengirimkan bantuan berupa sanitasi dan air bersih ke lokasi terjadinya bencana.

Baca juga: Penanganan Pasca-longsor Sumedang, Satu Rumah Baru untuk Satu Kepala Keluarga

"Khusus untuk Cipta Karya, kami akan fokus menyediakan mobil tangki air, yang nantinya bisa membantu air bersih, karena air tentu sangat dibutuhkan, listrik mati, dan sebagainya," kata Diana saat dihubungi Kompas.com,  Jumat (15/1/2021).

Sebagai langkah awal, dia menambahkan, mobil tangki air akan didatangkan dari Kota Palu, Sulawesi Selatan, ke lokasi bencana.

Selain tangki air, untuk memenuhi kebutuhan sanitasi bersih warga terdampak bencana, Ditjen Cipta Karya juga akan menyediakan toilet umum.

" Toilet itu sangat penting. Kami akan kirim juga ke daerah Mamuju dan Majene. Untuk toilet umum di Mamuju kami kirim dari Kota Palu, dan yang Majene kami kirim dari Makassar," jelas Diana.

Hingga saat ini, Ditjen Cipta Karya tengah melakukan identifikasi lebih lanjut terkait kerusakan bangunan infrastruktur dan kebutuhan lainnya dari korban bencana gempa di lokasi tersebut.

Tahap selanjutnya, akan dimulai perbaikan sejumlah infrastruktur jalan warga yang rusak, bangunan, dan fasilitas yang terdampak.

"Saat ini kami masih melakukan identifikasi terkait dengan kerusakan bangunan, dan yang lainnya. Misalnya saya lihat kantor gubernur rusak, rumah sakit juga, dan ada bangunan yang sudah rata tanah," tuntas Diana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X