Tahun Ini, MRT Jakarta Targetkan 65.000 Penumpang Per Hari

Kompas.com - 05/01/2021, 14:27 WIB
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menargetkan jumlah penumpang 65.000 orang per harinya Tahun 2021 ini.

Angkat tersebut melonjak 138 persen jika dibandingkan pada tahun 2020 yang rata-rata mencapai 27.000 penumpang per hari.

"Kami optimistis, targetkan sebanyak 65.000 penumpang per hari pada 2021 ini," kata William dalam diskusi virtual bertajuk "Paparan Capaian MRT Tahun 2020 dan Rencana Tahun 2021",  di Jakarta, Selasa (05/01/2021).

William menjelaskan jumlah penumpang MRT Jakarta pada dua bulan pertama tahun 2020 sempat stabil di angka 88.000 orang. Namun angka tersebut menurun drastis pada Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Anak Usaha MRT Jakarta Direncanakan Go Public 2022

"Angka tahun 2020 ini, capaian rata-rata itu 27.281 penumpang per hari," cetus William.

Akibat pandemi Covid-19, rata-rata penumpang harian MRT Jakarta pada 2020 jauh dari target yang telah ditetapkan yakni 100.000 penumpang per hari.

Karenanya, William optimistis untuk tahun 2021 ini penumpang MRT Jakarta akan kembali naik. Terlebih dengan semakin terkontrolnya pandemi Covid-19 dan telah ditemukannya vaksin.

"Memang kita lihat kasus naik tapi situasi sudah lebih terkontrol. Karena vaksin sudah ada dan semoga pelaksanaannya bisa efektif sehingga kondisi transportasi publik akan naik lagi," ucap dia.

Baca juga: MRT Rute Fatwawati-Taman Mini Dibangun 2022, Butuh Dana Rp 28 Triliun

William menambahkan, tantangan utama adalah bagaimana bisa memindahkan masyarakat dari kendaraan pribadi naik MRT Jakarta dengan jaminan aman, nyaman, dan sehat.

Karena itu, pihaknya akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang disiplin serta sosialisasi kepada masyarakat yang kian efektif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X