MRT Rute Fatmawati-Taman Mini Dibangun 2022, Butuh Dana Rp 28 Triliun

Kompas.com - 05/01/2021, 12:18 WIB
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar memastikan bahwa pembangunan jalur MRT rute Fatmawati-Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan dimulai konstruksinya pada 2022.

MRT rute Fatmawati-TMII ini merupakan fase 4 dari pembangunan proyek MRT berikutnya di wilayah selatan.

Menurutnya, tahun ini PT MRT Jakarta akan melakukan market sounding dan pencarian pendanaan dari investor untuk pembangunan MRT rute tersebut.

"Dilanjutkan dana publik obligasi pemerintah yang akan kita siapkan karena pekerjaan ini sudah kita lakukan," kata William dalam diskusi virtual bertajuk "Paparan Capaian MRT Tahun 2020 dan Rencana Tahun 2021", di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Pemerintah Ngebut, Awali Tahun 2021 Bangun Dua Ruas Tol Baru

William menjelaskan, MRT rute Fatmawati-TMII akan dibangun sepanjang 12 kilometer. Pembangunan tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp 25 triliun hingga Rp 28 triliun.

Pada tahun ini juga, PT MRT Jakarta akan melakukan studi kelayakan atau feasibility study merancang desain pembangunan MRT rute Fatmawati-TMII.

"Kita harapkan konstruksinya tuntas tahun 2027 mendatang," ujarnya.

William menambahkan, pengerjaan rute MRT fase 4 ini disiapkan agar proyek-proyek MRT Jakarta dapat dikerjakan secara paralel dengan fase 2 dan fase 3 sehingga tidak lagi linier atau per fase.

Hal itu untuk mempercepat terciptanya integrasi layanan transportasi di Ibu Kota Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X