Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tambah 130 Hotel Baru, Indonesia Nomor Satu di Asia Tenggara

Kompas.com - 02/01/2021, 07:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Tahun 2020 yang penuh gejolak, industri perhotelan akan memandang Tahun 2021 dengan penuh harapan untuk pemulihan dan pembaruan.

Dari laporan Top Hotel Projects yang dikutip Kompas.com, Sabtu (2/1/2021), diketahui akan ada 434 proyek hotel dengan 81.792 kamar di seluruh dunia yang dijadwalkan buka pada Januari 2021.

Eropa memimpin berdasarkan wilayah dengan 185 hotel dan 31.814 kamar. Amerika Utara mengikuti di belakang dengan 136 properti baru dan 23.742 kamar.

Kawasan Asia Pasifik masih menunjukkan perlambatan dengan meluncurkan hanya 39 hotel baru dari 11.475 kamar.

Baca juga: Resmi, Wika Realty Jadi Holding Hotel BUMN

Berturut-turut kemudian Afrika menempati posisi keempat dengan 27 bukaan hotel anyar dan 4.317 kamar, sementara 25 hotel dengan 4.043 kamar akan segera beroperasi di Amerika Selatan.

Ada pun kawasan Timur Tengah mengakhiri daftar hotel ini dengan 22 tambahan properti baru dan 6.401 kunci kamar.

Di mana posisi Indonesia?

Dalam kurun 2021 hingga 2024 mendatang, akan ada 130 hotel baru yang mencakup 23.989 kamar. Hotel baru ini tersebar di lima pasar terbesar Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bintan.

Rinciannya, Bali dengan 22 hotel, Jakarta 20 hotel, Bandung 7 hotel, Surabaya 7 hotel, dan Bintan 4 hotel.

Baca juga: Belum Tertandingi, Burj Khalifa Masih Gedung Tertinggi di Jagat Raya

Sementara, sepanjang Tahun 2021 saja, Indonesia dijadwalkan membuka 48 proyek atau 37 persen dari total properti dalam pipeline hingga 2024.

Dengan membangun ratusan hotel baru ini menjadikan Indonesia menempati posisi nomor satu di pasar Asia Tenggara, mengungguli Thailand (128 hotel), Vietnam (116 hotel), dan Malaysia (79 hotel).

Riset serupa dilaporkan Leads Property Indonesia yang menyebut bahwa tahun 2021 pasokan hotel di Indonesia akan bertambah.

Khusus di Jakarta, pertambahannya signifikan. Hal itu terjadi karena banyak pengembang properti dan pengelola yang menunda pembukaan hotelnya pada tahun 2020.

"Tahun berikutnya diperkirakan akan masuk tambahan pasokan yang signifikan. Di antaranya berasal dari penundaan pembukaan tahun ini termasuk Hotel Park Hyatt Jakarta dan Hotel Sutasoma," ungkap Direktur Riset dan Investasi Kazim Ali Bokhari.

Sementara di tingkat Asia Pasifik, Indonesia ada di peringkat keempat, di bawah China, Australia, dan India.

Raksasa China masuk dengan 1.332 proyek dari 319.286 kamar dalam periode 2021-2024. Hotel-hotel tersebut terdistribusi di Chengdu, Shanghai, Nanjing, Hangzhou, dan Shenzhen.

Untuk tahun 2021 saja, China bakal mengoperasikan 546 hotel baru atau 41 persen dari total pipeline hingga 2024.

Baca juga: Thamrin Nine Pecahkan Rekor Gedung Tertinggi di Indonesia 382,9 Meter

Peringkat kedua ditempati Australia dengan 188 hotel dengan 36.311 kamar. Khusus tahun ini, Australia membuka 63 proyek atau 33 persen dari pipeline periode serupa.

Kota-kota yang akan membuka hotel baru tersebut yakni Melbourne, Sydney, Adelaide, Brisbane, dan Perth.

Dan urutan ketiga India dengan 22.910 kamar dari 145 hotel. Tahun ini, India membuka 67 proyek atau 46 persen dari pipeline hingga 2024.

Hotel mereka tersebar di Bengaluru, Jaipur, Mumbai, Udaipur, dan Dehradun.

 

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com