Indonesia Nomor 5 di Asia Tenggara dengan Skor 3,15 Indeks Logistik

Kompas.com - 28/12/2020, 15:04 WIB
Kompleks pergudangan di pelabuhan Beirut, Lebanon, hancur lebur usai ledakan dahsyat pada Rabu (5/8/2020). GETTY IMAGES via BBC INDONESIAKompleks pergudangan di pelabuhan Beirut, Lebanon, hancur lebur usai ledakan dahsyat pada Rabu (5/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pendorong integral pertumbuhan sektor logistik di Indonesia adalah kegiatan ekspor dan impor.

Tetapi, pada tahun 2019 lalu, Indonesia mengalami penurunan nilai ekspor dan impor sebanyak 8 persen dibandingkan pada tahun 2018.

Pada tahun 2018, Indonesia memiliki pendapatan dari ekspor senilai 180 miliar dollar AS atau setara Rp 2.550 triliun dan susut menjadi 167 miliar dollar AS atau senilai Rp 2.336 triliun pada tahun 2019.

Sementara impor Indonesia pada tahun 2018 senilai 188 miliar dollar AS atau setara Rp 2.663 triliun ini turun menjadi 170 miliar dollar AS atau menjadi Rp 2.408 triliun pada tahun 2019.

Dengan catatan ini, Indeks Kinerja Logistik Indonesia jauh tertinggal dibanding negara lainnya di Asia Tenggara. Bahkan, Indonesia hanya menempati urutan ke-5 di Asia Tenggara.

Director Research Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, Indonesia meraih skor 3,15. Posisi Indonesia di bawah Singapura, Thailand, Vietnam, serta Malaysia.

Baca juga: Logistik, Sektor Favorit Pengembang Lokal dan Internasional

"Dengan skor total dari 3,15, Kinerja Indeks Logistik kita masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga," ujar Anton dalam laporannya, Senin (28/12/2020).

Jika dibandingkan tahun 2016, Indonesia memiliki skor sebesar 3,46 yang dipengaruhi oleh pertumbuhan gudang dan fasilitas logistik di Indonesia.

Angka ini disumbang dari pesatnya pertumbuhan gudang modern dari investor lokal maupun asing.

Sebut saja, investor asing seperti LOGOS Metrolink Logistic Hub yang membangun gudang modern pertama di Bekasi.

Selain itu, ada beberapa pemain lokal seperti Mega Manunggal Property yang memiliki gudang modern di berbagai lokasi Jabodetabek yaitu Bekasi, Bogor, maupun Depok. 

Anton mengatakan, gudang modern biasanya memiliki fasilitas 24 jam keamanan jam, tinggi lantai ke langit-langit antara 5 hingga 6 meter, banyak ruang muat (biasanya terletak di
setiap lantai).

Kemudian, berbagai fasilitas seperti kantor, kantin, dan beberapa lift kargo untuk menampung banyak orang di setiap lantai gedung.

"Tidak hanya itu, gudang modern juga digunakan dengan fasilitas infrastruktur Teknologi Informasi (TI) untuk memasok, mengelola, dan mengirimkan barang," pungkas Anton.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X