[POPULER PROPERTI] Pengusaha Anggap Pembatasan Jam Operasional Mal Tak Efektif

Kompas.com - 18/12/2020, 09:12 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 pada Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ( Nataru).

Dalam instruksinya, Anies memberlakukan aturan batasan jam operasional pusat perbelanjaan di Jakarta.

Jelang Hari Raya Natal 2020 atau tanggal 24 Desember-27 Desember 2020, pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi hingga pukul 19.00 WIB.

Hal yang sama juga diberlakukan jelang tahun baru 2021 yakni, mulai tanggal 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( APPBI) Alphonzus Widjaja, hal yang harus diperhatikan saat ini adalah penegakan atas penerapan ataupun pemberlakuan protokol kesehatan.

Artikel ini menjadi terpopuler di kanal Properti Kompas.com edisi Jumat (18/12/2020).

Selengkapnya baca di sini Operasional Mal Dibatasi Jelang Nataru, Pengusaha Anggap Tidak Efektif dan Sia-sia

Delta Group tengah memasarkan kompleks perumahan bersubsidi Puri Arraya Tahap 2 di Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kompleks perumahan tersebut ditawarkan melalui skema pembiayaan perumahan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk Tipe Aster dengan dimensi 28/60 seharga Rp 167 juta.

Melalui kompleks perumahan ini, Delta Group menjadi salah satu pengembang yang berpartisipasi dalam program perumahan berbasis komunitas.

Lantas, seperti apa penampakan dari rumah bersubsidi Puri Arraya Tahap 2?

Kumpulan foto-fotonya bisa Anda dapatkan di sini Begini Penampakan Rumah Subsidi Seharga Rp 167 Juta

PT Inpola Meka Energi resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA) Lau Gunung di Desa Lau Gunung, Kecamatan Pinem, Provinsi Sumatera Utara.

PLTA dengan kapasitas 15 megawatt (MV) ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 500 miliar yang sebagian dibiayai melalui kredit investasi oleh PT Bank Central Asia Tbk atau BCA.

Apa manfaat dengan adanya PLTA Lau Gunung ini?

Informasi selengkapnya bisa Anda dapatkan di sini PLTA Rp 500 Miliar di Lau Gunung Resmi Beroperasi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X