Kompas.com - 19/11/2020, 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menyusun petunjuk teknis (juknis) Kadaster 3D.

Penyusunan juknis tersebut dilakukan untuk menunjang pelaksanaan pendaftaran ruang atas dan bawah tanah.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah juga tengah menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah sebagai aturan pelaksanaan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

RPP itu dirancang untuk mengatur ketentuan penggunaan hak atas tanah untuk ruang atas dan bawah tanah.

Baca juga: Gandeng Kadaster, Pemerintah Ciptakan Layanan Pertanahan Berbasis Partisipatif

Direktur Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Tri Wibisono mengatakan, juknis Kadaster 3D dapat memberikan dukungan untuk persiapan hak ruang atas dan bawah tanah jika nantinya diberlakukan di seluruh Indonesia.

"Selain itu, dapat membantu dalam Proyek Strategis Nasional (PSN)," ujar Tri dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

Bahkan, pemanfaatan ruang bawah tanah (RBT), ruang bawah air (RBA), serta ruang atas tanah (RTA) sudah berlangsung terlebih dahulu di beberapa negara yakni, Uni Emirat Arab (UEA), Thailand, Inggris, Jepang, dan lain-lain.

Dalam proses pelaksaannya tidak memerlukan pembuatan lembaga hukum baru karena dalam Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) tidak menyebutkan RBT, RBA, RAT secara eksplisit.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Maria S W Sumardjono mengungkapkan, hal yang saat ini diperlukan adalah kontribusi para ahli di bidang perencanaan dan penataan ruang, geologi, kebencanaan.

Kemudian, lingkungan hidup, geodesi (untuk pendaftaran 3D), sosial dan budaya, serta ekonomi dan lain-lain untuk meminimalisasi dampak negatif pembangunan di RBT, RBA maupun RAT.

Dengan rancangan petunjuk teknis Kadaster 3D diharapkan ini mampu memberikan masukan positif dan menjadi informasi awal ke semua pihak terkait serta membantu kegiatan PSN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.