Waskita Gunakan Dana RDPT Rp 550 Miliar untuk Bangun Tol Becakayu

Kompas.com - 19/11/2020, 13:20 WIB
PT Waskita Toll Road (WTR) mendapatkan pendanaan senilai Rp 550 miliar melalui penjualan Reksa Dana Penyertaan Terbatas Ekuitas Danareksa (RDPT) Infrastruktur bagi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) kepada Reksadana. Waskita Toll RoadPT Waskita Toll Road (WTR) mendapatkan pendanaan senilai Rp 550 miliar melalui penjualan Reksa Dana Penyertaan Terbatas Ekuitas Danareksa (RDPT) Infrastruktur bagi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) kepada Reksadana.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road ( WTR) berhasil mendapatkan pendanaan senilai Rp 550 miliar dari penjualan Reksa Dana Penyertaan Terbatas Ekuitas Danareksa (RDPT) Infrastruktur.

RDPT Infrastruktur ini dijual PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) kepada Reksadana.

Director of Business Development & Quality, Safety, Health & Environment PT Waskita
Karya (Persero) Tbk Fery Hendriyanto mengatakan bahwa saham yang akan dialihkan dari KKDM sebesar 30 persen.

“Sebelumnya, kepemilikan saham WTR pada KKDM sebesar 99,7 persen. WTR lalu mengalihkan 30 persen sahamnya kepada Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh,” kata Fery dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Ekspansi ke Luar Negeri, Waskita Incar Kontrak Rp 71 Triliun

Sementara itu, Direktur Utama WTR Herwidiakto menurutkan bahwa dana sebesar Rp550 miliar nantinya akan digunakan untuk pembangunan dan pengembangan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan ruas tol WTR lainnya.

Mekanisme RDPT ini merupakan salah satu upaya untuk memperoleh penerimaan dana agar proses bisnis WTR dalam melakukan Asset Recycle dapat terlaksana.

Besarnya minat investor terhadap RDPT ekuitas ini menjadi bukti tingginya kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis WTR di bidang infrastruktur khususnya jalan tol di Indonesia.

“Ke depan kami akan melakukan inovasi-inovasi dalam rangka percepatan penerimaan untuk penyelesaian proyek dan investasi infrastruktur jalan tol lainnya.” jelas Herwidiakto.

Setelah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) pada Agustus dan Akta Jual Beli (AJB) pada 18 November 2020, yang merupakan bagian dari salah satu tahapan penerbitan RDPT sesuai dengan ketentuan, seluruh dokumen dan legalitas pun terpenuhi.

KKDM sendiri merupakan Badan Usaha Jalan Tol yang memegang konsesi ruas Tol Becakayu sepanjang 21,04 kilometer.

RDPT ini berbasis ekuitas dan dibentuk oleh Manajer Investasi yakni PT Danareksa Investment Management (DIM) dan sebagai Bank Kustodian yakni PT Bank Central Asia, Tbk (BCA).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Summarecon Taklukkan Pasar Makassar di Tengah Pandemi

Rahasia Summarecon Taklukkan Pasar Makassar di Tengah Pandemi

Perumahan
Tahun Ini Dibangun 10 Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis RDF

Tahun Ini Dibangun 10 Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis RDF

Fasilitas
Revitalisasi Telaga Kahuripan, Kuripan Raya Gandeng Pemenang Sayembara IKN

Revitalisasi Telaga Kahuripan, Kuripan Raya Gandeng Pemenang Sayembara IKN

Perumahan
Food Estate Dianggap Potensial Hilangkan Hutan Seluas Tiga Kali Pulau Bali

Food Estate Dianggap Potensial Hilangkan Hutan Seluas Tiga Kali Pulau Bali

Kawasan Terpadu
Onduline Gelar Kompetisi Desain Atap Bangunan, Batas Penyerahan Karya Agustus 2021

Onduline Gelar Kompetisi Desain Atap Bangunan, Batas Penyerahan Karya Agustus 2021

Arsitektur
Pemerintah Pusat Bangun Dua Instalasi Air Limbah Domestik di Jakarta

Pemerintah Pusat Bangun Dua Instalasi Air Limbah Domestik di Jakarta

Berita
Pertama Kali di Indonesia, Fablab Dibuka di Kawasan Industri Jababeka

Pertama Kali di Indonesia, Fablab Dibuka di Kawasan Industri Jababeka

Kawasan Terpadu
Waskita Bangun Jaringan Gas Rumah Tangga di Calon Ibu Kota Baru RI

Waskita Bangun Jaringan Gas Rumah Tangga di Calon Ibu Kota Baru RI

Berita
Cilacap Sumbang Sampah 917 Ton Per Hari, 77,22 Persen Telah Dikelola

Cilacap Sumbang Sampah 917 Ton Per Hari, 77,22 Persen Telah Dikelola

Berita
Ahli Konstruksi Tegaskan Sumur Resapan Tidak Bisa Dibangun di Sembarang Tempat

Ahli Konstruksi Tegaskan Sumur Resapan Tidak Bisa Dibangun di Sembarang Tempat

Konstruksi
Tuntaskan Sengketa Tanah, Pemerintah Integrasikan Tata Ruang

Tuntaskan Sengketa Tanah, Pemerintah Integrasikan Tata Ruang

Berita
Optimistis Tumbuh 20 Persen, Vista Land Gencar Tawarkan Rumah Subsidi

Optimistis Tumbuh 20 Persen, Vista Land Gencar Tawarkan Rumah Subsidi

Perumahan
Mengintip Pembangunan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Jakarta

Mengintip Pembangunan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Jakarta

Berita
Tertunda 2,5 Tahun, Proyek Bendungan Way Apu Rp 1 Triliun Dikebut

Tertunda 2,5 Tahun, Proyek Bendungan Way Apu Rp 1 Triliun Dikebut

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Tanggapan KCIC Soal Hilangnya Mata Air akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

[POPULER PROPERTI] Tanggapan KCIC Soal Hilangnya Mata Air akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Berita
komentar
Close Ads X