OSS Jamin Kepastian Hukum bagi Investor Asing Buka Usaha di Indonesia

Kompas.com - 18/11/2020, 20:08 WIB
Ilustrasi Jakarta SHUTTERSTOCKIlustrasi Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menggunakan sistem One Single Submission (OSS) atau sistem perizinan terintegrasi digital untuk memudahkan proses investasi.

Sistem tersebut memungkinkan Pemerintah Daerah (Pemda) dapat menysusun Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR) secara digital.

Pasalnya, selama ini, banyak regulasi yang belum mendukung OSS.

Oleh karena itu, OSS dimasukkan dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja untuk memudahkan seluruh rencana aspek investasi, penggunaan tanah, dan sebagainya.

Dengan adanya RDTR yang terintegrasi dalam bentuk OSS, maka pengusaha dapat melihat lokasi usaha yang diinginkan sesuai dengan RDTR secara daring.

Sistem tersebut juga memungkinkan pengusaha mengajukan permohonan ruang dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Baca juga: Menteri ATR/Kepala BPN Klaim OSS Mudahkan Investasi dan Anti-korupsi

Menurut Partner dari Law Firm Tuah and Suparto Andrew R Tuah mengatakan, sistem OSS ini membuat pencarian tanah menjadi lebih transparan dan memberikan kepastian kepada investor asing membangun proyek di Indonesia.

"Supaya investor asing waktu mereka melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan akan mudah menemukan data, tidak perlu susah," ujar Andrew dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/11/2020).

Andrew berharap, sistem OSS tersebut membuat para investor asing yang melakukan investasi di Indonesia dapat merasakan kenyamanan karena prosesnya menjadi lebih cepat dan lebih baik.

Selama ini, proses perizinan berusaha investor asing di Indonesia membutuhkan waktu cukup lama atau sekitar tiga hingga enam bulan.

Sehingga, banyak investor asing memilih mundur untuk berinvestasi di Indonesia karena proses perizinan yang begitu lama.

Adanya sistem ini akan membuat pendirian atau proses berizinan berusaha bisa dilakukan dalam waktu sehari kerja.

"Jadi, OSS ini sangat baik dan akan kami lihat ya. Kami berharap makin banyak perizinan baik di tingkat nasional maupun daerah akan diintegrasikan dalam OSS," pungkas Andrew.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X