Jasa Marga Klaim Kenaikan Tarif Tol Japek Tak Bebani Angkutan Logistik

Kompas.com - 17/11/2020, 19:00 WIB
Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan segera memberlakukan tarif baru Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Demi efisiensi, tarif tersebut diintegrasikan dengan tarif Jalan Tol Japek II Elevated ( Layang). Karena integrasi inilah, tarif Tol Japek menjadi naik sebesar Rp 5.000 untuk kendaraan Golongan I jarak terjauh.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso mengatakan, bahwa kenaikan tarif tol telah mempertimbangkan jenis angkutan umum dan angkutan logistik.

Menurutnya kenaikan itu tidak serta merta akan membebani golongan kendaraan seperti angkutan logistik.

Baca juga: Terintegrasi Tol Layang, Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik Rp 5.000

Namun sebaliknya, angkutan logistik akan mendapatkan biaya yang jauh lebih murah dan terjangkau dibanding biasanya.

"Soal penyesuaian atau kenaikan tarif akibat integrasi itu, kami sudah sangat mempertimbangkan angkutan logistik," kata Heru dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Lebih jauh, Heru menuturkan bahwa kendaraan logistik umumnya saat berada di jalan tol tidak menempuh jalur yang pendek.

Biasanya kendaraan tersebut berangkat dari Jakarta dan berhenti di Gerbang Tol Karawang atau bahkan berlanjut menempuh perjalanan jauh hingga Tol Trans-Jawa bagian tengah dan timur.

Karenanya, kenaikan tarif jalan tol tersebut akan mahal jika jarak tempuhnya tidak terlalu jauh atau masih di ibu kota. Sementara jika menempuh jarak yang panjang maka hitungannya terbilang murah.

"Nah makanya paling hanya ukuran Rp 300 per kilometer harganya kalau menemuh jarak jauh," imbuh Heru.

Baca juga: Ini Alasan Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik akibat Sistem Integrasi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X