Peringati Hari Agraria dan Tata Ruang, Jokowi Bagikan 1 Juta Sertifikat Tanah

Kompas.com - 09/11/2020, 15:14 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Presiden Joko Widodo mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Kota Paris dan Nice yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, selain itu Presiden juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. ANTARA FOTO/Biro Pers/Rusman/Handout/wsj. ANTARA FOTO/RUSMANPresiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Presiden Joko Widodo mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Kota Paris dan Nice yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, selain itu Presiden juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. ANTARA FOTO/Biro Pers/Rusman/Handout/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membagikan satu juta sertifikat tanah kepada satu juta masyakarat di 31 Provinsi dan 201 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Sertifikat tersebut diberikan secara virtual dalam rangka memperingati hari Agraria dan Tata Ruang ke-60 pada tahun 2020.

Turut hadir dalam pemberian sertifikat yang bertempat di Istana Negara, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil, Perwakilan dari Komisi II DPR RI, dan 30 orang perwakilan penerima sertifikat dari satu juta penerima yang hadir secara virtual.

"Dalam rangka bulan bhakti agraria dan tata ruang hari ini saya akan membagikan satu juta sertifikat tanah kepada masyarakat di di 31 Provinsi dan 201 Kabupaten dan Kota," kata Jokowi dalam konferensi persnya melalui kanal Youtube Sekretaris Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (09/11/2020).

Baca juga: Jokowi Bagikan 22.007 Sertifikat Tanah di Sumatera Utara

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan, pemberian sebanyak satu juta sertifikat tanah ini merupakan jumlah yang sangat besar.

Menurutnya, sebelum tahun 2016 lalu pemerintah bahkan hanya mampu mengeluarkan sebanyak 500.000 sertifikat tanah dalam satu tahun.

"Satu juta sertifikat adalah jumlah yang sangat besar sekali, mengingat sebelum program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)) ini setiap tahun sebelum 2017 kita hanya mengeluarkan 500.000 ribu sertifikat se-indonesia," ungkap Jokowi.

Jokowi melanjutkan, hingga Tahun 2015 hanya terdapat sebanyak 46 juta tanah yang bersertifikat. Sementara sisanya 80 juta dari 126 juta bidang tanah belum terdaftar.

"Kalau setahun cuma membagikan 500.000 untuk seluruh sertifikat dari setiap bidang yang dimiliki masyarakat di seluruh tanah air itu, maka butuh waktu 160 tahun untuk menyelesaikannya," ujarnya.

Karenanya, Jokowi menjelaskan Pemerintah bersama dengan ATR/BPN berkomitmen untuk menyelesaikan target pemberian sertifikat tanah secara maksimal kepada masyakarat.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dalam sambutannya mengatakan pemberian satu juta sertifikat tanah ini juga menjadi bagian dari program stimulus perekonomian rakyat di tengah pandemi Covid-19.

Dengan pemberian sertifikat ini tentu saja dapat memudahkan masyarakat terutama untuk mendapatkan akses permodalan.

"Adanya sertifikat, masyarakat berkesempatan mendapatkan akses permodalan," ucap Sofyan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X