Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/11/2020, 11:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja pada Senin (2/11/2020).

Beleid tersebut tercatat sebagai Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Naskah UU Cipta Kerja tersebut telah diunggah di situs resmi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan bisa diakses oleh publik.

Dengan demikian, seluruh ketentuan dalam UU Cipta Kerja mulai berlaku sejak 2 November 2020.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengatakan, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dapat memudahkan perizinan berusaha bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Banyak izin yang paling dirugikan itu orang kecil. Bisnis UKM di Indonesia tidak mampu menerobos izin yang begitu rupa, tapi pengusaha besar mau dibikin seribu (izin) pun ga ada masalah mereka," jelasnya dalam livestreaming, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Sofyan Djalil Sebut Bank Tanah Bisa Buka Lapangan Pekerjaan Seluasnya

Akibat banyaknya aturan perizinan berusaha tersebut, kata Sofyan, UMKM tidak dapat berkembang karena terhambat banyak kendala. 

Tak semata-mata dibebaskan, beleid tersebut juga mengatur tingkatan risiko dalam perizinan berusaha.

Jika usaha tersebut berisiko tinggi, beberapa persyaratan wajib dipenuhi. Kemudian, jika usaha tersebut berisiko menengah harus memenuhi standar.

Sementara jika usaha yang dijalankan berisiko kecil, Sofyan mengatakan, pengusaha dapat dengan mudah menjalankannya tanpa harus mengikuti persyaratan berbelit-belit.

Dengan adanya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pemerintah akan membebaskan kreativitas masyarakat Indonesia dalam berusaha.

Setidaknya, imbuh Sofyan, pemberian kemudahan perizinan beruzaha dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri.

"Saya yakin dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, pengusaha-pengusaha yang dibina oleh Pak Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UMKM) ini akan naik kelas," pungkas Sofyan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+