Kompas.com - 04/11/2020, 07:00 WIB
Rendering Jembatan Sei Alalak, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dokumentasi Wijaya KaryaRendering Jembatan Sei Alalak, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jembatan Sei Alalak, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merupakan satu di antara 12 jembatan cabled stayed  yang tengah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Infrastruktur konektivitas ini dirancang sepanjang 850 meter dan akan menggantikan fungsi Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jembatan Sei Alalak menghubungkan Kota Banjarmasin-Kabupaten Barito Kuala sekaligus menjadi ikon baru Provinsi Kalimantan Selatan.

Secara teknis, jembatan ini dibuat untuk dapat dilintasi kendaraaan dengan tonase maksimal 10 ton dan diklaim lebih kuat dari Jembatan Kayu Tangi 1.

Baca juga: Ikon Baru Kalsel, Jembatan Cable Stayed Lengkung Pertama di Indonesia

Dalam membangun Jembatan Sei Alalak, Kementerian PUPR menggunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 278,4 miliar.

Pembangunan dilaksanakan dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, dengan pekerjaan tahun jamak (multiyears contract).

 

Jembatan Sei Alalak, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merupakan satu di antara 12 jembatan cabled stayed  yang tengah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).Wijaya Karya Jembatan Sei Alalak, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merupakan satu di antara 12 jembatan cabled stayed yang tengah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Mahendra Vijaya optimistis, progres pembangunan Jembatan Sei Alalak akan sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Insha Alloh, Jembatan Sei Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala sekaligus menjadi ikon baru Provinsi Kalsel ini dapat diselesaikan sesuai target," ujar Mahendra kepada Kompas.com, Selasa (02/11/2020).

Jika kelak konstruksi Jembatan Sei Alalak ini rampung pada 2021, maka akan dilakukan penghapusan (demolisi) Jembatan Kayu Tangi 1.

Edge Beam Mirip Lego

Berbeda dengan jembatan cable stayed lainnya, Jembatan Sei Alalak memiliki geometri melengkung dengan radius 225 meter.

Baca juga: Konstruksi Jembatan Sei Alalak Tahan Gempa hingga Satu Abad

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.