Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Tantangan Ibu Bekerja sebagai Perempuan Peneliti Menurut Dr. Widiastuti Setyaningsih

Kompas.com - 03/04/2024, 19:15 WIB
Work-life balance ala perempuan peneliti dan dosen UGM, Dr. Widiastuti Setyaningsih. (Instagram @widi.sety)Work-life balance ala perempuan peneliti dan dosen UGM, Dr. Widiastuti Setyaningsih.
Editor Citra Narada Putri

Parapuan.co - Bagi ibu bekerja, menyeimbangkan kehidupan keluarga dengan pekerjaan adalah tugas yang tak akan pernah ada habisnya.

Bukannya tanpa alasan, selama ini norma tradisional masih mengharapkan perempuan jadi pengasuh utama dalam rumah tangga, sehingga dapat menimbulkan tekanan yang besar bagi ibu bekerja. 

Tuntutan untuk menjadi sosok yang bertanggung jawab atas tugas pengasuhan anak dan urusan domestik rumah tangga, membuat para ibu bekerja memiliki waktu dan energi yang terbatas untuk fokus pada pekerjaan. 

Padahal, ibu bekerja juga memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian, karena bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dan stabilitas perekonomian.

Dr. Widiastuti Setyaningsih S.T.P., M.Sc, peneliti, food analytical chemist dan dosen Universitas Gadjah Mada pun membagikan tantangan yang dihadapinya sebagai ibu bekerja dan perempuan peneliti. 

Berjalan Baik Bukan Berarti Seimbang

Diceritakan oleh Dr. Widiastuti Setyaningsih S.T.P., M.Sc, peneliti, food analytical chemist dan dosen Universitas Gadjah Mada, work-life balance adalah hal yang sulit didapat.

"Pekerjaan apapun, termasuk sebagai peneliti, saya sendiri sebenarnya lebih percaya bahwa work and life itu enggak bisa balance," ujar perempuan yang akrab dipanggil Dr. Widi saat diwawancarai oleh PARAPUAN (15/3/2024).

Bukannya tanpa alasan ia mengatakan demikian, sebagai seorang ibu menurutnya perempuan dituntut lebih banyak mengurus urusan domestik.

Baca Juga: Apakah Bidang Analisa Pangan Ramah Perempuan? Ini Kata Dr. Widiastuti Setyaningsih

"Karena sebagai seorang ibu dituntut lebih banyak waktu mengurus life daripada work, untuk keluarga terutama membersamai anak," ujarnya yang memiliki satu putra. 

Menurut perempuan yang menjadi salah satu pemenang program L’Oreal-UNESCO For Women in Science 2023, pekerjaannya mudah digantikan oleh sumber daya manusia lain. 

"Tapi kalau kehadiran kita itu tidak bisa tergantikan saat kita membersamai anak. Tapi aktualnya, yang terjadi, tuntutan kerjaan itu lebih banyak anak semakin banyak dengan meningkatnya karier seseorang," papar Dr. Widi yang menyebut dirinya scientist mom.

Walau belum tentu seimbang, menurutnya perlu ada kompromi dan strategi agar dua sisi kehidupanbisa berjalan baik.

Terlebih lagi, Dr. Widi bukan hanya disibukkan dengan perannya sebagai ibu dan pekerjaannya sebagai peneliti, namun ia juga harus mengabdi sebagai dosen.

"Jadi dosen kita pun harus membagi waktu yang untuk work tadi, tidak hanya untuk meneliti, karena ada hal lain seperti pendidikan dan pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat. jadi masih perlu lebih lagi pertimbangan untuk membagi waktu work, lebih challenging lagi," jelasnya.

Bagi Dr. Widi, membagi waktu inilah yang menjadi tantangan terbesarnya dalam menjalani kehidupan pribadi dan pekerjaannya. 

"Karena kan kita enggak bisa membelah diri. Jadi strateginya adalah dengan meminta bantuan untuk pekerjaan yang bisa didelegasikan atau memiliki tim yang kompak, yang bisa diandalkan untuk back up pekerjaan," ujarnya.

Waktu untuk Keluarga

Baca Juga: Ini Perjalanan Dr. Widiastuti Setyaningsih Meneliti Bunga Pisang untuk Jaga Kesehatan Mental

Di tengah berbagai kesibukan pekerjaannya, Dr. Widi tetap berupaya untuk bisa memiliki waktu yang berkualitas dengan keluarga, terutama anaknya.

Misal saja, setelah bekerja dan menjemput anaknya di sekolah pada sore hari, maka ia akan berusaha untuk tidak lagi diganggu dengan urusan pekerjaan. 

"Kalau sudah sama anak, game over urusan kerjaan. Dia enggak suka lihat mamanya buka laptop, sehingga malam mengurus anak dan menemaninya sampai tidur," ceritanya. 

Anaknya yang kini berusia 3 tahun diakui Dr. Widi kerap protes jika dirinya tenggelam dalam kesibukan pekerjaan. "Dia suka bilang mama kerja terus. Karena dia protes kalau saya buka laptop atau handphone, jadi saya harus membagi waktu saya agar enggak terlalu banyak diprotes anak dan tetap juga bisa menyelesaikan tugas-tugas," ujar Dr. Widi.

Misalnya saat anak tidur, ia akan bangun di malam hari untuk melanjutkan pekerjaannya. 

Di saat yang bersamaan, Dr. Widi juga mengaku belum bisa punya waktu terlalu banyak untuk memiliki me time, mengingat berbagai kesibukan pekerjaan dan anaknya yang masih berusia 3 tahun. 

"Sekarang dijalani aja dulu, mungkin nanti ada masanya yang saya me time benar-benar sendiri dan puas. Tapi saat ini mungkin me time-nya masih bareng sama anak," keluhnya.

Hidup Bersinergi dengan Dukungan Support System 

Baca Juga: Gapai Mimpi Jadi Trail Runner, Ini Support System Terbesar bagi Septiana Nia Swastika

Kendati menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan keluarga sulit digapai, namun Dr. Widi mengaku bersyukur bisa menjalaninya dengan dukungan dari support system yang tepat.

"Alhamdullilah sudah ada support system, sehingga saya sudah punya basis ritme work-life yang cocok dengan kondisi saya sebagai dosen, peneliti dan ibu dengan satu orang anak," ujarnya bangga.

Menurutnya, ada banyak support system yang turut membantunya menjalani kehidupan pekerjaan dan keluarganya dengan baik.

"Support system tersebut adalah partner saya dalam urusan keluarga itu suami, urusan riset didukung oleh para asisten," paparnya.

Di sisi lain, bekerja dalam bidang yang sama dengan sang suami, juga turut membantu Dr. Widi menjalani kehidupan pekerjaan dan keluarga dengan baik.  

"Suami juga food analytical chemist, jadi dia tahu saya ngapain saja. Jadi saya enggak perlu upaya yang besar menjelaskan kebutuhan saya dan dapat juga berbagi tugas mengurus anak atau urusan domestik di rumah," ujarnya bersyukur memiliki pasangan yang dapat memahami kebutuhannya. 

Dr. Widi percaya, kendati menyeimbangkan kehidupan keluarga dan pekerjaan sulit dicapai, bisa membagi tugas dengan baik bersama pasangan dan support system lainnya, justru akan memberikan hasil yang lebih bersinergi.

(*)

Baca Juga: Apakah Bidang Analisa Pangan Ramah Perempuan? Ini Kata Dr. Widiastuti Setyaningsih

Sumber Parapuan

Terkini Lainnya

Trik Dapat Tiket Pesawat Murah dengan Promo di Traveloka

Trik Dapat Tiket Pesawat Murah dengan Promo di Traveloka

PARAPUAN
Ini Alasan Iron Mascara yang Viral di TIkTok Disukai Banyak Orang

Ini Alasan Iron Mascara yang Viral di TIkTok Disukai Banyak Orang

PARAPUAN
4 Drakor Bertema Keluarga yang Cocok Ditonton, Ada The Good Bad Mother

4 Drakor Bertema Keluarga yang Cocok Ditonton, Ada The Good Bad Mother

PARAPUAN
Intip Keseruan Berwisata di Kapal Pesiar dengan Rute Internasional

Intip Keseruan Berwisata di Kapal Pesiar dengan Rute Internasional

PARAPUAN
6 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan,  Viral Bantu Turunkan Berat Badan

6 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan, Viral Bantu Turunkan Berat Badan

PARAPUAN
Tak Cuman Bantu Dokter, Yuk Ketahui Tugas dan Tanggung Jawab Profesi Perawat

Tak Cuman Bantu Dokter, Yuk Ketahui Tugas dan Tanggung Jawab Profesi Perawat

PARAPUAN
Mengenal Istilah Femisida yang Berhubungan Erat dengan Pembunuhan terhadap Perempuan

Mengenal Istilah Femisida yang Berhubungan Erat dengan Pembunuhan terhadap Perempuan

PARAPUAN
Belajar dari Pembunuhan Miss Ecuador, Ini Bahaya Share Lokasi Real Time di Medsos

Belajar dari Pembunuhan Miss Ecuador, Ini Bahaya Share Lokasi Real Time di Medsos

PARAPUAN
Ajari Anak Bisnis Sejak Kecil, Ini 3 Usaha Kecil-kecilan yang Bisa Dicoba

Ajari Anak Bisnis Sejak Kecil, Ini 3 Usaha Kecil-kecilan yang Bisa Dicoba

PARAPUAN
Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar Group Terima 11 Spesies Tanaman Langka dari BRIN

Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar Group Terima 11 Spesies Tanaman Langka dari BRIN

PARAPUAN
4 “Senjata” yang Perlu Dibawa Agar Perjalanan ke Kantor Aman dan Nyaman

4 “Senjata” yang Perlu Dibawa Agar Perjalanan ke Kantor Aman dan Nyaman

PARAPUAN
Nikmati Pemandang Indah, Ini 3 Rekomendasi Wisata Alam di Brasil

Nikmati Pemandang Indah, Ini 3 Rekomendasi Wisata Alam di Brasil

PARAPUAN
Hadapi Polusi dan Radikal Bebas Selama Commuting, Ini Tipsnya

Hadapi Polusi dan Radikal Bebas Selama Commuting, Ini Tipsnya

PARAPUAN
Ini Mimpi Dr. Widiastuti Setyaningsih, Peneliti yang Ungkap Tabir Alam Lewat Teknologi Pangan

Ini Mimpi Dr. Widiastuti Setyaningsih, Peneliti yang Ungkap Tabir Alam Lewat Teknologi Pangan

PARAPUAN
Inarah Syarafina Debut Penyutradaraan Film Panjang Lewat Temurun

Inarah Syarafina Debut Penyutradaraan Film Panjang Lewat Temurun

PARAPUAN
Perdebatan Man VS Bear Viral di TikTok, Ini Alasan Perempuan Lebih Memilih Beruang

Perdebatan Man VS Bear Viral di TikTok, Ini Alasan Perempuan Lebih Memilih Beruang

PARAPUAN
Cocok untuk Perempuan Karier, Ini Rekomendasi Parfum Pilihan PARAPUAN

Cocok untuk Perempuan Karier, Ini Rekomendasi Parfum Pilihan PARAPUAN

PARAPUAN
Bisa Tambah Penghasilan, Ini 3 Ide Bisnis yang Bisa Dicoba Pekerja Perempuan

Bisa Tambah Penghasilan, Ini 3 Ide Bisnis yang Bisa Dicoba Pekerja Perempuan

PARAPUAN
Pengusaha Pemula Wajib Tahu, Ini Sumber Modal Bisnis dan Strategi Dapatkan Pendanaan

Pengusaha Pemula Wajib Tahu, Ini Sumber Modal Bisnis dan Strategi Dapatkan Pendanaan

PARAPUAN
3 Cara Bijak Kumpulkan Dana Pendidikan Anak dan Strategi Melakoninya

3 Cara Bijak Kumpulkan Dana Pendidikan Anak dan Strategi Melakoninya

PARAPUAN
Praktis Dipakai, Ini Rekomendasi Sepatu Nyaman untuk Jalan Kaki

Praktis Dipakai, Ini Rekomendasi Sepatu Nyaman untuk Jalan Kaki

PARAPUAN
Kulit Kepala Berminyak dan Ketombean? Ini Rekomendasi Perawatannya

Kulit Kepala Berminyak dan Ketombean? Ini Rekomendasi Perawatannya

PARAPUAN
 Studi BCG dan Stellar Women: 70 Persen Perempuan Pelaku UMKM Kesulitan Mencari Mentor dalam Berbisnis

Studi BCG dan Stellar Women: 70 Persen Perempuan Pelaku UMKM Kesulitan Mencari Mentor dalam Berbisnis

PARAPUAN
Netflix Rilis Jadwal Tayang dan Trailer Film Monster, Full Tanpa Dialog

Netflix Rilis Jadwal Tayang dan Trailer Film Monster, Full Tanpa Dialog

PARAPUAN
Rekomendasi Hotel Bintang 5 untuk “Me Time” di Jakarta

Rekomendasi Hotel Bintang 5 untuk “Me Time” di Jakarta

PARAPUAN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com