Kenali 4 Jenis Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Rumah Tangga

Kompas.com - 01/10/2021, 11:35 WIB
Editor Tentry Yudvi Dian Utami

Parapuan.co - Tak bisa dimungkiri bahwa kekerasan pada perempuan dalam rumah tangga masih menjadi kasus kekerasan paling tinggi.

Padahal tentang kekerasan dalam rumah tangga ini sudah diatur dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT).

Kekerasan dalam rumah tangga adalah perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga, menurut pasal 1 UU PKDRT.

Salah satu hal yang membuat tindakan kekerasan pada perempuan ini masih menjamur adalah adanya nilai-nilai yang diyakini masyarakat yakni perihal budaya patriarki. 

Sebagai informasi, budaya partriarki ini menempatkan laki-laki sebagai pihak yang superior, sehingga ia dapat menguasi dan mengontrol perempuan.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Mulai Membandingkan Pacar Barumu dengan Mantan

Dengan kata lain, dalam budaya ini perempuan tersubordinasi atau menjadi orang nomor dua. 

Selain itu, didukung pula dengan adanya stereotipe gender yang menganggap perempuan lemah dan laki-laki selalu kuat. 

Perilaku kasar pada perempuan dalam rumah tangga bisa terjadi karena faktor dukungan sosial dan kultur (budaya) yakni perempuan sebagai orang nomor dua dapat diperlakukan dengan cara apa saja.

Belum lagi, adanya anggapan bahwa tindakan kekerasan dalam rumah tangga ini merupakan masalah privasi dan masyarakat tidak boleh ikut campur.

Bentuk-bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga

Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, tindak kekerasan pada perempuan ini tidak hanya mengacu pada kekerasan fisik, namun terdapat jenis kekerasan lainnya, yakni : 

 

1. Kekerasan emosional

Kekerasan emosional merupakan tindakan yang menyebabkan korban ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya dan atau penderitaan psikis berat pada seseorang.

Selain tindakan berupa cacian dan makian, tanda perilaku kasar pada perempuan dalam rumah tangga yang menyerang psikisi ini juga berupa pelarangan, pemaksaan, dan isolasi sosial.

2. Kekerasan fisik

Kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka
berat.

Tindakan yang termasuk pada kekerasan fisik meliputi menampar, memukul, meludahi, menarik rambut (menjambak), menendang, menyudut dengan rokok, melukai dengan senjata, dan sebagainya.

Baca Juga: Inspirasi Aktivitas Seru Selama di Rumah Saja agar Tetap Produktif

3. Kekerasan seksual

Kekerasan seksual yang terjadi dalam lingkup rumah tangga umumnya adalah tindakan pemaksaan hubungan seksual dan pelecehan seksual.

Perlu diketahui, pemaksaan hubungan seksual dengan pola yang tidak dikehendaki oleh istri juga termasuk dalam kekerasan seksual.

4. Kekerasan ekonomi

Kekerasan ekonomi ini juga biasa disebut dengan kekerasan penelantaran rumah tangga.

Jenis kekerasan ini berhubungan dengan memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan.

Tindakan kekerasan ini dapat berupa tidak memberikan nafkah, membatasi finansial korban dengan tidak wajar, atau bahkan menguasai penghasilan pasangan sepenuhnya.

Penerarapan Undang-Undang PKDRT hingga sekarang

Melansir dari laman Kompas.id, Komnas Perempuan mencatat bahwa pelaksanaan UU PKDRT yang diundangkan pada 22 Desember September 2004 masih menemui sejumlah hambatan.

Salah satu hambatan yang paling sering dijumpai yakni dalam memastikan korban mendapatkan keadilan dan pemulihan, yaitu tingginya korban yang mencabut laporan atau pengaduan.

Selain itu, menurut Siti Aminah Tardi, komisioner Komnas Perempuan, hambatan-hambatan implementasi UU PKDRT yakni penafsiran terhadap Pasal 2 tentang ruang lingkup rumah tangga dalam UU PKDRT, khususnya perkawinan tidak tercatat.

Baca Juga: Cukup dengan Soda Kue, Ini Tips Menghilangkan Noda Bercak Darah pada Seprai dan Karpet

Lebih lanjut lagi, kurangnya alat bukti dan perspektif aparat penegak hukum juga menjadi hal penghambat dalam penerapan undang-undang.

Belum maksimalnya penjatuhan pidana tambahan pembatasan gerak pelaku, pembatasan hak-hak tertentu, dan mengikuti program konseling juga tak luput menjadi faktor penghambat dari implementasi undang-undang ini.

Belum lagi, budaya yang masih menilai kasus KDRT sebagai aib dan masalah privat.

Hal serupa pun diakui oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bareskrim Polri Komisaris Polisi Ema Rahmawati.

Ia menyampaikan bahwa dalam penanganan kasus KDRT masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain hanya korban yang menjadi saksi kunci, alat bukti ilmiah mutlak dibutuhkan, korban melapor terlambat sehingga alat bukti yang melekat sudah hilang.

Tak hanya itu, menurutnya hambatan lainnya berupa korban yang berada dalam ancaman pelaku, pelaku adalah orang terdekat, dan korban mencabut laporan karena ketergantungan ekonomi dan takut dicerai.

Adanya permasalahan yang menjadi hambatan dalam penegakan hukum ini menunjukkan betapa masih dibutuhkan berbagai upaya untuk mencegah, menangani, dan memulihkan korban kekerasan pada perempuan dalam rumah tangga.

(*)

 


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Rilis, Ini Makna Lagu Bukan Siapa Siapa Karya Musisi Tyok Satrio

Baru Rilis, Ini Makna Lagu Bukan Siapa Siapa Karya Musisi Tyok Satrio

PARAPUAN
Stop Mulai Sekarang, Ini 4 Cara Keluar dari Percakapan Membanding-bandingkan Anak

Stop Mulai Sekarang, Ini 4 Cara Keluar dari Percakapan Membanding-bandingkan Anak

PARAPUAN
Punya Waktu Terbatas untuk Berolahraga, Melanie Putria Bagikan Rahasianya

Punya Waktu Terbatas untuk Berolahraga, Melanie Putria Bagikan Rahasianya

PARAPUAN
SBN ORI2022 Sudah Mulai Dipasarkan, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

SBN ORI2022 Sudah Mulai Dipasarkan, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

PARAPUAN
Perbedaan Skincare Microbiome Friendly dengan Produk yang Mengandung Microbiome

Perbedaan Skincare Microbiome Friendly dengan Produk yang Mengandung Microbiome

PARAPUAN
Waspadai Ini 7 Jenis Penyakit Jantung, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Waspadai Ini 7 Jenis Penyakit Jantung, Kenali Penyebab dan Gejalanya

PARAPUAN
 Ingin Ombre Lips ala Korea Awet dan Anti Transfer? Yuk Coba Cara Ini

Ingin Ombre Lips ala Korea Awet dan Anti Transfer? Yuk Coba Cara Ini

PARAPUAN
Daftar Pemain Serial Berlin, Spin-off Series Populer Money Heist

Daftar Pemain Serial Berlin, Spin-off Series Populer Money Heist

PARAPUAN
5 Tips Membagi Waktu antara Pekerjaan Tetap dan Bisnis UMKM, Simak!

5 Tips Membagi Waktu antara Pekerjaan Tetap dan Bisnis UMKM, Simak!

PARAPUAN
Ramah Pengguna Perempuan, Berikut 4 Keunggulan New Xpander Cross

Ramah Pengguna Perempuan, Berikut 4 Keunggulan New Xpander Cross

PARAPUAN
Ramah Pengguna Perempuan, Berikut 4 Keunggulan New Xpander Cross

Ramah Pengguna Perempuan, Berikut 4 Keunggulan New Xpander Cross

PARAPUAN
Alami Gangguan Kesehatan Mental, Begini Kisah Afina Syifa dalam Menerima Diri Sendiri

Alami Gangguan Kesehatan Mental, Begini Kisah Afina Syifa dalam Menerima Diri Sendiri

PARAPUAN
Dokter Spesialis Kulit Jelaskan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Microbiome Kulit

Dokter Spesialis Kulit Jelaskan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Microbiome Kulit

PARAPUAN
Setiap Anak Istimewa, Ini 5 Alasan Orang Tua Perlu Stop Bandingkan Bayi

Setiap Anak Istimewa, Ini 5 Alasan Orang Tua Perlu Stop Bandingkan Bayi

PARAPUAN
Sering Ganti Karyawan, Kenali 5 Ciri-Ciri Perusahaan yang Tidak Sehat

Sering Ganti Karyawan, Kenali 5 Ciri-Ciri Perusahaan yang Tidak Sehat

PARAPUAN
Koper Supreme x Louis Vuitton Turun Harga hingga Ratusan Juta, Tertarik Membeli?

Koper Supreme x Louis Vuitton Turun Harga hingga Ratusan Juta, Tertarik Membeli?

PARAPUAN
 Punya Banyak Manfaat, Ini Keuntungan Kombinasi Vitamin C dan Sunscreen

Punya Banyak Manfaat, Ini Keuntungan Kombinasi Vitamin C dan Sunscreen

PARAPUAN
Tayang Netflix, Ini 3 Film Keluarga yang Bakal Hadir Bulan Oktober 2022

Tayang Netflix, Ini 3 Film Keluarga yang Bakal Hadir Bulan Oktober 2022

PARAPUAN
Sering Ditanyakan saat Wawancara Kerja, Ini Cara Jawab Pertanyaan Kelebihan dan Kekurangan Diri

Sering Ditanyakan saat Wawancara Kerja, Ini Cara Jawab Pertanyaan Kelebihan dan Kekurangan Diri

PARAPUAN
 New Xpander Cross Hadir dengan Facelift dan Fitur Baru, Begini Keistimewaannya

New Xpander Cross Hadir dengan Facelift dan Fitur Baru, Begini Keistimewaannya

PARAPUAN
Rifat Sungkar Jadi Salah Satu Pereli yang Perkuat Tim Mitsubishi Ralliart di AXCR 2022 Thailand

Rifat Sungkar Jadi Salah Satu Pereli yang Perkuat Tim Mitsubishi Ralliart di AXCR 2022 Thailand

PARAPUAN
3 Cara Mencegah Sunscreen Transfer Saat Pakai Pakai Masker dan Hijab

3 Cara Mencegah Sunscreen Transfer Saat Pakai Pakai Masker dan Hijab

PARAPUAN
Takut Kulit Belang karena Sering Keluar Rumah? Yuk Coba Tips Ini

Takut Kulit Belang karena Sering Keluar Rumah? Yuk Coba Tips Ini

PARAPUAN
Hari Pariwisata Dunia, Indonesia Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Hari Pariwisata Dunia, Indonesia Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

PARAPUAN
Yuk, Kenali Karakter Kulit Perempuan Asia dan Kandungan Sunscreen yang Cocok

Yuk, Kenali Karakter Kulit Perempuan Asia dan Kandungan Sunscreen yang Cocok

PARAPUAN
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.