Blazer Jadi Pengalaman "Pahit" GM di Indonesia

Kompas.com - 28/02/2011, 19:45 WIB
EditorBastian

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana realisasi mengaktifkan lagi pabrik General Motors di Indonesia tinggal selangkah lagi. Tapi, perusahaan mengaku lebih hati-hati karena ada pengalaman "pahit" pada model sebelumnya yang pernah diproduksi di pabrik Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

Mukiat Sutikno, Direktur Pelaksana PT General Motors Autoworld Indonesia (GM Indonesia) menjelaskan, kita harus mempersiapkan rencana jangka panjang di Indonesia, bukan hanya satu model saja. Pasalnya, prinsipal sempat membekukan aktivitas pabrik memproduksi Blazer pada 2005.

"Setelah proyek people mover 7-seater (PM-7) kita perlu mempersiapkan langkah selanjutnya. Setiap produk kan ada lifecycle-nya, di saat habis perlu dipikirkan rencana selanjutnya. Jangan seperti pengalaman (Blazer) sebelumnya," jelas Mukiat di mal FX, Jakarta Selatan, hari ini.

Seperti diketahui, sebelumnya Tim Lee, President of General Motors International Operations (GMIO) pernah berkunjung ke Indonesia September 2010 dan mengatakan, prinsipal sudah menyiapkan investasi sekitar 150 juta dollar AS (Rp1,35 triliun) untuk kembali mengoperasikan pabrik.

Mukiat menambahkan, rencana pengembalian aktivitas pabrik masih berjalan seperti target semula pada 2012. "Pengumuman akan dilakukan prinsipal, nanti tunggu saja, sebentar lagi," tutup Mukiat.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar