Obat Penurun Kolesterol Aman Dikonsumsi Jangka Panjang

Kompas.com - 23/11/2011, 14:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Meski kolesterol bisa diturunkan dengan melakukan perubahan gaya hidup, namun pada beberapa kasus terkadang diperlukan bantuan obat-obatan. Obat penurun kolesterol golongan statin dinilai efektif dan aman dikonsumsi dalam jangka panjang.

Demikian hasil tinjauan para peneliti dari Inggris yang melakukan studi selama 11 tahun. Mereka menemukan obat simvastatin mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sampai seperempatnya. Bukan hanya itu, statin juga diketahui tidak menyebabkan peningkatan risiko kanker atau penyakit non-vaskular lainnya.

"Mereka yang beresiko tinggi terkena penyakit  vaskular boleh mulai mengonsumsi statin karena dalam jangka panjang aman," kata ketua peneliti Dr.Richard Bulbulia, konsultan bedah vaskular dan peneliti dari Universitas Oxford, Inggris.

Statin berperan dalam mensitetis kolesterol tubuh dengan memblokir suatu zat dalam hati yang diperlukan untuk membuat kolesterol. Akibatnya kolesterol tidak ada dalam sel-sel hati, sehingga mereka harus mengambil kolesterol dari dalam darah. Obat ini terutama efektif untuk menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL.

"Konsumsi obat penurun kolesterol akan mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit vaskular lainnya," kata Bulbulia.

Penelitian yang dilakukan Bulbulia dan timnya bertujuan untuk melihat keamanan simvastatin dalam jangka panjang karena beberapa studi menyebutkan obat ini meningkatkan risiko kanker dan penyakit non vaskular lainnya.

Studi tersebut dilakukan terhadap 20.500 orang yang memiliki risiko sakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya. Para peneliti membandingkan hasil dari responden yang mengonsumsi obat ini dengan yang mendapatkan placebo. Usia responden adalah 40-80 tahun.

Separuh responden secara random diberikan 40 mg simvastatin setiap hari, sementara sisanya mendapat placebo. Pada akhir fase penelitian di tahun kelima, para partisipan studi diminta melanjutkan partisipasinya dalam studi selama enam tahun kemudian. Sekitar 17.500 partisipan memilih melanjutkan.

Hasilnya orang yang mengonsumsi obat statin mengalami penurunan kadar kolesterol jahat 1 milimole per liter dalam 5 tahun. Penurunan ini akan mengurangi risiko serangan jantung atau stroke sampai 23 persen. Manfaat ini juga terlihat pada periode kedua studi.

 


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X