Lemhannas Libatkan Antropolog Kaji Papua

Kompas.com - 05/08/2011, 12:52 WIB
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ingin mengkaji gejolak yang terjadi di Papua dalam perspektif antropologi. Upaya itu dilakukan sebagai bagian dari pendekatan lunak untuk mengetahui aspirasi rakyat Papua.

Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji menyampaikan hal itu, Jumat (5/8/2011), usai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden. "Lemhannas ingin mengundang ahli antropologi untuk mempelajari hal ini sebagai bagian dari pendekatan lunak untuk mengetahui aspirasinya," kata Budi.

Lemhannas juga tengah merancang seminar yang mengkaji format stabilitas nasional di era demokrasi. Seminar ini tidak hanya melibatkan pakar dalam negeri atau orang Lemhannas, tapi juga pakar dari luar negeri.

Seminar juga akan melibatkan media massa untuk melihat perspektif media terhadap stabilitas di Indonesia. "Stabilitas jangan stabilitas fungsi TNI/Polri saja. Cara-cara lama harus kita tinggalkan. Presiden tadi menyampaikan, tidak bisa yang salah itu langsung kita gebuk. Penindakan yang represif itu tidak mungkin lagi. Kita saat ini harus mengedepankan law enforcement, pendekatan hukum, pendekatan publik, pendekatan civil society," katanya.

Baca tentang

    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar