Valentino Rossi Cerita Kapan Krisisnya di Yamaha Dimulai

Kompas.com - 09/01/2021, 21:20 WIB
Pebalap Movistar Yamaha MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, memacu motornya pada hari pertama GP Belanda di Sirkuit Assen, Jumat (23/6/2017). MOTOGP.COMPebalap Movistar Yamaha MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, memacu motornya pada hari pertama GP Belanda di Sirkuit Assen, Jumat (23/6/2017).

KOMPAS.com - Valentino Rossi mengakhiri Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 dengan hanya mengoleksi 66 poin. Pebalap gaek tersebut pun mengutarakan kapan awal kemerosotan performa Yamaha.

Koleksi 66 poin walau dari hanya 14 seri musim kemarin merupakan raihan terburuk Valentino Rossi sepanjang dua dekade karier MotoGP-nya.

Sebelum ini, raihan poin terendah Valentino Rossi adalah 139 poin pada musim pertamanya memperkuat Ducati pada 2011.

Musim lalu, Rossi adalah pebalap Yamaha dengan raihan angka paling rendah.

Ia terpaut 92 poin dari anak didiknya di VR46 Riders Academy, Franco Morbidelli, yang berhasil finis di peringkat kedua klasemen akhir Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Menatap musim baru MotoGP bersama tim Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi mengatakan pada sebuah wawancara dengan Speedweek bahwa ia sadar betul akan perlunya perbaikan perihal kecepatan.

Baca juga: Jelang MotoGP 2021, Valentino Rossi Sadar Diri dan Tahu Letak Kekurangan

Rossi meminta Yamaha untuk melakukan perbaikan chassis agar bisa mengambil keuntungan dari grip lebih baik roda Michelin di tengah tikungan.

Rossi pun mengharapkan pengembangan di sisi aerodinamis supaya motor M1 bisa lebih kompetitif di straight.

Selain itu, Rossi juga cerita soal awal dimulainya krisis di Yamaha, yakni pada 2017.

"Menurut saya, tahun tersebut krusial bagi Yamaha dan M1. Itu adalah momen di mana kami mulai menderita," ujar juara dunia MotoGP tujuh kali tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X