MotoGP Teruel, Nakagami Tak Kuasa Menahan Tekanan Mental Pole Position

Kompas.com - 26/10/2020, 09:20 WIB
Takaaki Nakagami, pebalap Moto2 yang akan membela tim LCR Honda MotoGP di musim 2018. Motorsport.comTakaaki Nakagami, pebalap Moto2 yang akan membela tim LCR Honda MotoGP di musim 2018.

KOMPAS.com - Pebalap LCR Honda Idemitsu, Takaaki Nakagami, mengakui bahwa dirinya tak kuasa menahan tekanan pole position pada MotoGP Teruel 2020.

Pada balapan MotoGP Teruel yang berlangsung di Sirkuit MotorLand, Spanyol, Minggu (25/10/2020), Nakagami terjatuh setelah memulai balapan dari pole position atau urutan terdepan.

Ironisnya, dia terjatuh saat balapan belum genap satu lap.

Nakagami kehilangan kendali ban depan ketika hendak menikung pada tikungan kedua Sirkuit MotorLand yang terkenal kejam.

Pebalap Repsol Honda, Alex Marquez, juga terjatuh di tikungan ini.

Baca juga: Alami Crash pada MotoGP Teruel, Alex Marquez Gagal Hattrick Podium

Nakagami pun langsung menunjukkan gestur kecewa usai terjatuh dan gagal mencapai finis.

Pebalap asal Jepang itu duduk sambil menutupi wajah setelah kembali ke pit.

Nakagami tak hanya kehilangan peluang meraih podium pertama di kelas utama MotoGP. Dia juga harus merelakan rekor yang sejauh ini sudah terukir.

Sebelumnya, Nakagami merupakan salah satu dari dua pebalap yang selalu finis pada MotoGP 2020.

Baca juga: Hasil MotoGP Teruel 2020: Nakagami Jatuh, Morbidelli Juara, Duo Suzuki Podium

Setelah dilanda kekecewaan yang mendalam, Takaaki Nakagami kini merasa lebih baik.

Dia pun sudah angkat bicara soal hasil buruk pada MotoGP Teruel 2020.

Dalam pernyataannya, Nakagami mengakui bahwa dirinya tak kuasa menahan tekanan sebagai pole sitter.

"Sekarang saya merasa sedikit lebih baik!" kata Nakagami, dikutip dari Crash.net, Senin (26/10/2020) pagi WIB.

"Sungguh memalukan, satu kesalahan merugikan kami secara besar-besaran. Bahkan, sekarang saya tidak percaya begaimana saya melakukan kesalahan itu. Saya kecewa pada diri sendiri," imbuh Nakagami.

"Sungguh perasaan yang luar biasa berada di posisi terdepan, tetapi di sisi lain, itu adalah tekanan yang luar biasa."

"Ini pertama kalinya saya merasakan tekanan luar biasa itu, pertama kali start (di posisi terdepan), dan pertama kali memimpin balapan. Saya tidak bisa mengatasinya. Inilah alasan mengapa saya melakukan kesalahan bodoh," tutur dia menjelaskan.

Baca juga: Klasemen MotoGP Usai GP Teruel, Joan Mir Makin Kokoh di Puncak

Kendati demikian, Nakagami yang tengah menduduki peringkat ketujuh klasemen MotoGP mengaku tak sabar untuk tampil pada seri berikutnya.

"Saya kecewa, tetapi saya sangat menantikan balapan berikutnya. Saya tidak peduli dengan kejuaraan dunia, jika saya bisa memenangi perlombaan, saya tidak tertarik dengan siapa yang memenangi kejuaraan," tutur Nakagami.

Adapun rangkaian MotoGP 2020 berikutnya akan digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, 13-15 November 2020, dengan tajuk MotoGP Eropa.

MotoGP Eropa bakal menjadi seri ke-12 dalam kalender MotoGP musim 2020.


Sumber Crash
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X