Repsol Honda Menyesal Pernah Turuti "Rengekan" Marc Marquez

Kompas.com - 15/10/2020, 12:40 WIB
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. AFP/JAVIER SORIANOPebalap Repsol Honda, Marc Marquez.

KOMPAS.com -  Repsol Honda menyesal pernah mengizikan Marc Marquez yang sedang cedera turun ke lintasan.

Marc Marquez hadir pada hari kedua seri MotoGP Andalusia 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir Juli lalu.

Padahal, empat hari sebelumnya, The Baby Alien baru saja menjalani operasi patah tulang lengan kanannya.

Marquez menerima cedera patah tulang pada seri pembuka musim ini atau MotoGP Spanyol di trek yang sama.

Baca juga: Dominasi Marc Marquez pada MotoGP Aragon, Menang 4 Kali Beruntun

Namun, Marquez tidak sampai mengikuti balapan MotoGP Andalusia karena masih merasakan sakit di tangan kanannya.

Meski mundur karena alasan cedera, keputusan Marquez turun pada rangkaian seri MotoGP Andalusia menjadi awal dari segala bencana.

Sebab, sejak saat itu, Marquez tidak lagi beredar di linatasan balap hingga seri balap terdekat, yakni MotoGP Aragon (16-18 Oktober 2020).

Harapan Marquez untuk mempertahakan titel juaranya pun pupus karena jaraknya dengan pemuncak klasemen adalah 115 poin dan hanya empat balapan lagi yang bisa dia ikuti.

Baca juga: Honda Pastikan Marc Marquez Tidak Akan Turun pada MotoGP Aragon

Artinya, jika menang terus dalam empat balapan dan sang pemuncak klasemen gagal finis beruntun, poin maksimal yang bisa didapat Marquez cuma 100.

Manajer Repsol Honda tidak menyangka situasi Marquez bisa separah ini.

Jika sejak awal tahu kondisi Marquez bakal seperti ini, Puig tidak akan menuruti "rengekan" sang pebalap.

"Jika kami tahu platina di lengan Marquez bisa patah. kami tidak akan membiarkannya mencoba balapan pada GP Andalusia," ucap Puig, seperti dikutip dari Corsedimoto.

Baca juga: Ada Andil Marc Marquez dalam Keberhasilan Alex Marquez Raih Podium di MotoGP Perancis

"Saya rasa bahkan para dokter tidak tahu. Bagaimana pun Marc hanya mengikuti saran dari dokter yang membedah lengannya," imbuhnya.

"Tapi sekali lagi, alasan kami tidak menentang keinginannya saat itu adalah karena kami memiliki jaminan dari sudut pandang medis," kata Puig. (Fauzi Handoko Atif). 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X