"Kita Harus Berhenti Berpikir Rossi Bisa Raih Gelar Juara Ke-10..."

Kompas.com - 09/06/2020, 06:00 WIB
Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, menjajal Sirkuit Sepang dengan motor M1 spek 2020 pada hari kedua sesi tes pramusim, 8 Februari 2020. AFP/MOHD RASFANPebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, menjajal Sirkuit Sepang dengan motor M1 spek 2020 pada hari kedua sesi tes pramusim, 8 Februari 2020.

KOMPAS.com - Mimpi Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) yang ingin menggenapkan gelar juara dunia miliknya menjadi 10 dianggap sesuatu yang mustahil.

Keraguan itu diungkapkan mantan bos Repsol Honda, Livio Suppo.

Rossi yang sudah berusia 41 tahun kini berada di ambang keputusan pensiun.

Setelah dipastikan kehilangan tempat di Monster Energy Yamaha musim depan, Rossi sampai saat ini belum menemukan tim baru.

Baca juga: Valentino Rossi Belum Perlihatkan Tanda-tanda Harus Pensiun

Sejauh ini, baru tim satelit, Petronas Yamaha SRT, yang menunjukkan ketertarikan memberi Rossi kontrak untuk musim depan.

Jika bergabung ke Petronas Yamaha SRT, tentu peluang Rossi kembali menjadi juara dunia semakin kecil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, kualitas tim satelit sudah pasti berada di bawah pabrikan. Terakhir kali Rossi meraih gelar juara dunia MotoGP adalah musim 2009 ketika membela tim pabrikan Yamaha.

Sejak saat itu, berbagai cara ditempuh Rossi seperti pindah ke Ducati selama dua musim hingga kembali ke Yamaha untuk meraih gelar ke-10.

Baca juga: Valentino Rossi Tinggalkan Honda karena Tak Bisa Koleksi Motor

Melihat situasi sekarang, Livio Suppo pesimistis Rossi bisa mewujudkan mimpinya tersebut.

"Saya pikir kita harus berhenti berpikir jika Rossi bisa meraih gelar juara dunia ke-10," kata Livio Suppo dikutip BolaSport.com dari Tuttomotoriweb, Senin (8/6/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.