Presiden FIM Tak Bantah Kemungkinan Jadwal MotoGP 2020 Bablas ke 2021

Kompas.com - 16/03/2020, 20:50 WIB
MotoGP Qatar 2020 berjalan tanpa digelarnya kelas MotoGP karena wabah virus Corona.. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP) KARIM JAAFARMotoGP Qatar 2020 berjalan tanpa digelarnya kelas MotoGP karena wabah virus Corona.. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)

KOMPAS.com - Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 menjadi salah event olahraga yang paling terkena dampak penyebaran virus corona.

Sejauh ini, sudah ada empat seri yang terpaksa ditunda karena wabah Covid-19 yang berasal dari Wuhan, China, pada Desember 2019 ini.

GP Qatar, GP Thailand, GP Americas, dan GP Argentina secara beruntun dihentikan sementara karena ganasnya persebaran Covid-19 yang telah menelan 169.387 nyawa di seluruh dunia hingga Senin (16/3/2020) WIB.

Kini, Presiden FIM (Federasi Olahraga Motor Internasional), Jorge Viegas, mengutarakan kalau musim MotoGP 2020 bisa menabrak tahun 2021 agar dapat selesai dengan jumlah seri memadai.

Baca juga: Tanggal Krusial Pemberhentian Kompetisi Sepak Bola Eropa: 30 Juni 2020

Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 dijadwalkan kembali pada 1-3 Mei dengan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez.

Jika pun keadaan sudah normal pada awal Mei, MotoGP harus menyelesaikan 19 seri balapan hingga akhir November, suatu hal yang hampir mustahil.

Presiden FIM, Jorge Viegas, menerima kalau MotoGP kini menerima dua kemungkinan bagi MotoGP: Gelar minimal 13 seri musim ini atau buka kemungkinan untuk membuat musim 2020 menabrak tahun 2021.

"Ya, jika diperlukan. Bayangkan bahwa beberapa event lagi akan dibatalkan dan kami harus memulai musim jauh lebih telat," tutur Viegas kepada CRASH.net.

Baca juga: Selain Daniele Rugani, Belum Ada Lagi Kasus Covid-19 di Juventus

"Kami harus berbuat sebaik mungkin sehingga kejuaraan ini layak. Jika diperlukan, kami akan membalap sampai Januari 2021. Bagi kami, ini bukan tabu."

Ia juga menyadari kalau dampak virus corona ke kesehatan dan ekonomi dunia tetap menjadi prioritas di atas MotoGP.

"Tentu saja, kita harus keluar dari dunia balap motor untuk sesaat dan harus mengkhawatirkan konsekuensi global," tutur Viegas.

"Pabrik-pabrik ditutup, sekolah ditutup, semua kegiatan ekonomi melamban. Akan ada koneskuensinya tetapi mereka sangat sulit untuk diukur."

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X