Kompas.com - 05/03/2020, 11:20 WIB
Valentino Rossi akui sirkuit Red Bull Ring sulit bagi Yamaha. Speedweek.comValentino Rossi akui sirkuit Red Bull Ring sulit bagi Yamaha.
|

KOMPAS.com - Direktur LCR Honda Oscar Haro mengatakan bahwa musuh utama pebalap Yamaha Valentino Rossi di kelas MotoGP adalah egonya sendiri.

Gelaran MotoGP 2020 bakal menjadi musim terakhirnya sebagai pebalap pabrikan Yamaha.

Hal ini menyusul keputusan Tim asal Jepang yang lebih memilih mengangkat Fabio Quartararo dari Yamaha SRT.

Keputusan yang diambil Yamaha tidak lepas dari performa Rossi yang dianggap kurang optimal pada musim lalu.

Baca juga: Seri Pembuka MotoGP 2020 Ditunda, Valentino Rossi Bikin Acara Balap Pribadi

Yamaha sempat memberikan tawaran bagi Rossi untuk bertukar tempat dengan Quartararo untuk mengisi posisi tim satelit.

Namun Pebalap legendaris dengan nomor 46 itu ingin mengevalusi penampilannya terlebih dahulu pada beberapa balapan awal MotoGP 2020 sebelum membuat keputusan.

Polemik karier Rossi bersama Yamaha menuai komentar dari Oscar Haro selaku Direktur LCR honda.

Menurutnya tekanan yang tengah dihadapi oleh Valentino Rossi bukan datang dari luar melainkan dari pribadi sang pebalap.

Baca juga: Jelang MotoGP Qatar, Gaya Balap Valentino Rossi Jadi Masalah bagi Yamaha

"Selama ini selalu dikatakan bahwa rival terberat seorang pebalap itu adalah rekan setimnya," ucap haro dikutip dari Corsedimoto.

"Tapi untuk pebalap seperti Rossi, rival utama dia adalah ego dia sendiri," ucap Haro.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.