Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Justika
Platform Konsultasi Hukum

Justika adalah platform konsultasi hukum via online dengan puluhan konsultan hukum profesional dan berpengalaman.

Per-Oktober 2021, lebih dari 19.000 masalah hukum di berbagai bidang hukum telah dikonsultasikan bersama Justika.

Justika memudahkan pengguna agar dapat menanyakan masalah hukum melalui fitur chat kapan pun dan di mana pun.

Justika tidak hanya melayani konsultasi hukum, namun di semua fase kebutuhan layanan hukum, mulai dari pembuatan dokumen hingga pendampingan hukum.

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi situs justika di www.justika.com atau tanya Admin Justika melalui email halo@justika.info atau Whatsapp di 0821 3000 7093.

Tinjauan Hukum, Menikahkan Anak di Bawah Umur karena Hamil

Kompas.com - 10/01/2023, 06:00 WIB
Justika,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

Konsultasi Hukum

Kupas tuntas dan jelas perkara hukum

Ajukan pertanyaan tanpa ragu di konsultasi hukum Kompas.com

Pasal tersebut berbunyi “Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.”

Sementara ancaman hukumannya diatur dalam Pasal 81: “Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).”

Diatur pula soal upaya melakukan bujuk rayu, tipu muslihat, serangkaian kebohongan/tipu muslihat atau iming-iming kepada Anak agar mau melakukan persetubuhan.

Dalam Pasal 76 E: “Setiap Orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.”

Sementara ancamannya diatur dalam Pasal 82:

“Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).”

Tindakan hukum yang ditempuh dapat diwakilkan oleh orangtua/wali si anak dengan melakukan pengaduan/pelaporan kepada polisi.

Sembari melakukan proses hukum, berikan anak pendampingan psikologi untuk memperbaiki mental si anak, membuka pikirannya agar siap menjalani proses hukum yang akan mempidanakan si pria.

Langkah lain mengajarkan si anak bagaimana menjalani kehamilan hingga proses melahirkan.

Untuk lebih memudahkan, para orangtua dapat meminta bantuan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atau Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) jika berada di daerah.

Perkawinan di usia muda adalah perkawinan yang sangat rentan dan tidak menjamin keutuhan rumah tangga.

Umumnya pernyataan “siap bertanggung jawab dan menikahi si anak” hanyalah upaya pelaku untuk menghindari proses hukum yang akan dilakukan oleh orangtua si anak.

Padahal, sekalipun si pria bertanggung jawab dan menikahi si anak, secara hukum tidak akan menghapus pidananya.

Mengingat perkara tersebut bukanlah delik aduan, maka siapa pun yang mengetahuinya dapat melaporkan kepada pihak berwajib.

Dalam hukum perlindungan anak tidak dikenal suka sama suka terkait hubungan seksual sebagaimana layaknya orang dewasa.

Justru orang yang dewasa haruslah menjaga dan melindungi si anak, bukan justru memanfaatkan kepolosan si anak dan menjadikannya pelampiasan seksual dengan alibi memacari si anak.

Mari jaga anak-anak Indonesia, karena mereka adalah masa depan bangsa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com