Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Hibah, Wasiat, dan Waris: Tiga Serangkai Pengelola Harta Kekayaan

Kompas.com - 14/10/2021, 06:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Konsultasi Hukum

Kupas tuntas dan jelas perkara hukum

Ajukan pertanyaan tanpa ragu di konsultasi hukum Kompas.com

Wasiat rahasia juga dapat diserahkan secara terbuka maupun secara tertutup.

Waris

Kepemilikan harta dapat pula beralih dengan atau tanpa kehendak pemiliknya ketika ia meninggal dunia melalui waris.

Waris merupakan perpindahan hak dan kewajiban atas segala ,baik harta maupun tanggungan dari orang yang telah meninggal dunia kepada keluarganya yang masih hidup.

Pewarisan adalah peristiwa hukum yang timbul karena meninggalnya si pewaris dan timbul dalam bentuk surat keterangan waris (SKW).

Surat tersebut akan dibuat oleh notaris bila pewaris merupakan warga negara Indonesia (WNI) keturunan atau berasal dari Eropa dan Jepang.

Jika WNI pribumi, maka SKW dibuat oleh para ahli waris, disaksikan oleh lurah, dan diketahui oleh camat.

Ketika membuat SKW, notaris harus membuat akta pernyataan terlebih dahulu karena SKW merupakan keterangan notaris sendiri dalam jabatannya (dalam bentuk di bawah tangan) untuk menentukan (para) ahli waris dan besar bagiannya.

Ahli waris dibagi ke dalam empat golongan, yaitu golongan I, golongan II, golongan III, dan golongan IV.

Golongan I terdiri dari suami istri dan anak-anak pewaris, serta keturunan dari anak-anak pewaris (cucu).

Cucu dapat mewaris jika ada anak/anak-anak pewaris yang meninggal terlebih dahulu. Pergantian tersebut lurus ke bawah, berlangsung terus dan tidak berakhir.

Harta warisan dari pewaris yang belum menikah akan turun ke golongan II, yaitu saudara-suadara pewaris beserta dengan orang tua.

Jika pewaris memiliki seorang saudara, maka kedua orangtua dan saudara tersebut masing-masing sepertiga.

Jika pewaris memiliki lebih dari seorang saudara, maka kedua orang tuanya harus dipisahkan terlebih dahulu masing-masing seperempat, sisanya dua per empat bagian dibagi ke saudara. Pergantian seperti golongan 1 juga berlaku pada golongan ini.

Jika orangtua pewaris sudah meninggal terlebih dahulu, maka kakek dan nenek dari pewaris masuk sebagai ahli waris, dengan ketentuan harta peninggalan pewaris dibagi sebesar setengah untuk orangtua dari bagian ayah dan setengah lainnya untuk orangtua dari bagian ibu.

Apabila pewaris tidak memiliki keturunan dan saudara, orangtua, serta kakek dan nenek dari pihak ayah dan ibu, maka peninggalan tersebut diberikan kepada saudara dari ayah dan saudara dari ibu sampai derajat keenam.

Demikianlah penjabaran mengenai hibah, wasiat dan waris sebagai tiga serangkai pengelola harta kekayaan.

Hibah, wasiat, dan waris memiliki fungsinya masing-masing. Alangkah baiknya masyarakat menelaah terlebih dahulu tindakan pengelolaan harta kekayaan mana antara hibah, wasiat, dan waris yang sesuai dengan keadaan orang yang akan memberikan dan menerima harta kekayaan tersebut.

Dr Benny Djaja, SH, SE, MM, MHum, MKn
Dosen Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara Jakarta

Nada Salsabila, SH
Mahasiswi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara Jakarta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com