Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Nimas "Neraka 10 Tahun" Diadaptasi Jadi Film

Kompas.com - 30/05/2024, 19:27 WIB
Ady Prawira Riandi,
Andi Muttya Keteng Pangerang

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah produksi Soraya Intercine Films mengumumkan hak cipta adaptasi kisah hidup Nimas Sabella yang diikuti penguntit selama 10 tahun.

Kisah perempuan asal Surabaya ini sempat viral dan membuat warganet kesal.

Nimas awalnya menuliskan kisah tersebut menjadi sebuah utas di X dengan harapan agar si pelaku bisa mendapat sanksi sosial dan jera.

Nimas tak menyangka bahwa tulisannya malah mendapat respons positif, bahkan dari pihak kepolisian.

Baca juga: Awi Suryadi Akan Sutradarai Horor Perewangan, Adaptasi dari Utas X

"Enggak pernah membayangkan sama sekali kalau kisahku akan difilmkan. Karena tujuan untuk menviralkan kemarin adalah untuk memberi sanksi sosial pada pelaku," kata Nimas dalam keterangan tertulis, Kamis (30/5/2024).

Nimas mengaku langsung menerima tawaran adaptasi film yang disodorkan oleh Sunil Soraya selaku produser.

"Tentu aku langsung setuju karena ini Soraya Intercine Films, siapa yang engggak tahu Soraya? Sudah terkenal membuat film berkualitas dari sebelum aku lahir," tuturnya.

Baca juga: 7 Film yang Diangkat dari Utas Viral Media Sosial

Keputusan Nimas untuk menerima tawaran dari Soraya juga karena keinginannya untuk mengajak korban lain seperti dirinya agar lebih berani bicara.

"Aku butuh wadah, butuh ruang untuk speak up untuk masalahku dan keresahanku. Ini menjadi ruang untuk perempuan lain yang merasakan hal sama," kata Nimas.

Setelah merasakan pengalaman dikuntit selama 10 tahun, Nimas berharap tak ada lagi korban-korban lain seperti dirinya.

Sebagai informasi, Nimas Sabella menceritakan kisahnya diteror selama 10 tahun lewat akun X @runeh_ pada 15 Mei 2024.

Baca juga: Baim Wong Sutradarai Film Lembayung, Adaptasi dari Utas Viral di Twitter

Nimas mengatakan, pelaku teror tersebut adalah Adi Pradita, teman sekolah yang terobsesi dengannya.

Nimas pernah memberikan Adi uang sebesar Rp5.000 untuk jajan ke kantin.

Namun balasan yang didapat oleh Nimas justru teror berkepanjangan selama 10 tahun.

Adi bahkan meneror Nimas dengan membuat ratusan akun media sosial dan meneror ke nomor pribadi Nimas dengan mengirimkan pesan salah satunya berisi PAP foto alat kelaminnya.

Baca juga: Deretan Film Horor yang Diangkat dari Utas di Media Sosial

Nimas mengaku dirinya sudah melakukan berbagai hal untuk menolak Adi.

Namun Adi justru mengancam akan melakukan bunuh diri.

Setelah ceritanya viral, Nimas akhirnya melapor ke polisi.

Per 17 Mei 2024, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur sudah menetapkan Adi sebagai tersangka.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com