Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Kuasa Hukum Ibra Azhari untuk Kasus Narkoba, Lukman Azhari: Kemauan Saya Sendiri

Kompas.com - 28/05/2024, 18:43 WIB
Melvina Tionardus,
Dian Maharani

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Adik artis Ibra Azhari, Lukman Azhari menjadi salah satu tim kuasa hukum sang kakak dalam menghadapi sidang kasus penyalahgunaan narkoba.

Lukman yang bergelar Sarjana Hukum mengaku ia menjadi kuasa hukum Ibra atas kemauan sendiri.

"Saya enggak diminta, saya atas kemauan sendiri," kata Lukman Azhari usai sidang pemeriksaan saksi dari JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (28/5/2024).

Baca juga: Lukman Azhari Hubungi Uya Kuya, Minta Maaf Atas Perlakuan Medina Zein

Ini pertama kalinya Lukman menjadi kuasa hukum sang kakak meskipun sebelumnya Ibra sudah lima kali terlibat penyalahgunaan narkoba.

Lukman mengaku ia memutuskan menjadi kuasa hukum karena barang bukti Ibra kurang dari 1 gram yakni sabu 0,07 gram sisa pakai, yang dapat dinyatakan sebagai pecandu dan berhak direhabilitasi.

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010.

Baca juga: Ibra Azhari Disebut Belum Bayar Sabu yang Dikonsumsinya

"Jadi saya di sini karena saya melihat di sini ada regulasi, ada tanggung jawab negara untuk melindungi orang-orang yang menjadi pelaku tetapi korban, penyalahguna. Jadi menurut saya Ibra dia memenuhi klausul untuk itu (rehabilitasi)," jelas Lukman.

Selama ini Lukman memantau kondisi Ibra dalam tahanan dengan berkomunikasi lewat fasilitas telepon wartel.

Lukman membantah isu bahwa keluarganya sudah tidak peduli dengan Ibra karena belum jera memakai narkoba.

"Kebetulan saudara saya hampir lima orang adanya di luar negeri. Jadi gimana mau bantu? Kebanyakan juga perempuan. Satu cuma laki-laki ada di Paris, tapi dia tetap menanyakan. Ya sudah mau tidak mau kan saya yang di sini," ucap Lukman Azhari.

Ibra ditangkap Satresnarkoba Polres Jakarta Barat pada 3 Januari 2024 di apartemen daerah Ciputat, Tangerang Selatan bersama kekasihnya, Nandya.

Adapun Ibra didakwa dengan Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) yang ancaman hukuman penjaranya minimal empat tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com