Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terungkap Alasan Album Gigi 2x2 Pernah Jadi Incaran dan Paling Mahal

Kompas.com - 12/03/2024, 21:24 WIB
Rintan Puspita Sari

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Vokalis band GIGI, Armand Maulana cerita di balik terbatasnya jumlah album 2x2 yang dirilis tahun 1997.

Armand mengatakan di album tersebut, grup band GIGI yang awalnya beranggotakan lima orang, hanya tersisa dia dan Dewa Budjana.

Sebagai informasi, GIGI awalnya beranggotakan Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas, Ronald dan Baron. 

"(Album) ketiga udah ditinggalin semua (personel), tinggal gue sama Budjana," ucap Armand dikutip dari YouTube Sophie Navita tv.

"Akhirnya album keempat 2x2, Budhy sama Opet belum sebagai pemain, dia masih additional," sambungnya.

Baca juga: Thomas Ramdhan Terlihat Pakai Kursi Roda, Armand Maulana: Belum Pernah Kayak Gini

Diungkap Armand, makna di balik 2x2 itu sendiri adalah tentang dua personel asli dan 2 additional.

"Makanya 2x2 selain sama dengan 4, dua itu personel bener, dua additional," jelas Armand.

"Itu adalah album paling enggak meledak," tuturnya kemudian.

Dengan lagu andalan berjudul "Kurindukan" album 2x2 ini memang tak dicetak sebanyak album-album GIGI sebelumnya.

Baca juga: Curhat Tagihan Air Mencapai Jutaan, Thomas Gigi: Cuma Dua Orang di Rumah

"Kalau dulu GIGI 100.000 copy itu merem, pasti kejual, itu Ceepee (label) kayak Indie, enggak kuat kalau nyetak langsung 100.000, kita cetak 10.000," ujar Armand.

"10.000 cetak enggak nambah lagi, emang bener-bener enggak laku, 10.000 (habis) enggak ada permintaan lagi," imbuhnya sambil tertawa. 

Setelah beberapa tahun berlalu, terbatasnya jumlah album itu membuat harga melonjak tinggi di lapak jual beli online.

"Tapi justru album 2x2 kasetnya zaman Kaskus yang paling dicari orang dan termahal karena cuma 10.000," kata Armand Maulana.

"Yang lain-lain kalau lo mau nyari album 1 itu ada. (Tapi) Itu paling mahal 2x2," sambungnya.

Album ini kemudian dirilis ulang pada tahun 2004 oleh Sony Music Entertainment Indonesia dengan jumlah terbatas.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com