Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hakim Kabulkan Gugatan Pembatalan Merek Open Mic, Kini Jadi Milik Umum

Kompas.com - 06/04/2023, 16:14 WIB
Vincentius Mario,
Tri Susanto Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan gugatan pembatalan merek bernama "open mic" pada hari ini, Kamis (6/4/2023).

Hal tersebut dipastikan oleh kuasa hukum Perkumpulan Stand Up Indo (PSUI) Panji Prasetyo.

"Majelis Hakim Pengadilan Niaga dengan Hakim Ketua Yusuf SH memutuskan bahwa merek open mic yang didaftarkan Ramon Papana harus dibatalkan," kata Panji dihubungi Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Ramon Papana Dapat Surat Panggilan Terbuka dari PN Jakarta Pusat Terkait Gugatan Open Mic

Panji mengungkap beberapa alasan majelis hakim dalam putusan tersebut.

"Karena dianggap menggunakan kata milik umum, dan karenanya dianggap mengganggu ketertiban umum. Kata tersebut tidak boleh dikuasai oleh seseorang. Atas dasar itu, open mic harus dibatalkan dan majelis hakim memerintahkan kantor merek DJKI untuk membatalkannya," lanjutnya.

Panji Prasetyo menuturkan, open mic sudah bisa dipakai oleh semua orang.

Baca juga: Apa Itu Open Mic?

"Jadi, open mic sudah bisa dipakai oleh semua orang. Jadi tujuan kami di PSUI ini kan mengembalikan merek open mic kembali kepada publik. Jadi kami anggap open mic dirampas, jadi sekarang pengadilan sudah mengembalikan kepada publik," ucap Panji.

"Jadi ini kemenangan komunitas sekaligus kemenangan akal sehat, menurut saya," lanjutnya.

Sebelumnya, komika Indonesia dari Perkumpulan Stand Up Indo seperti Pandji Pragiwaksono, Adjis Doaibu hingga Ernest Prakasa memasukkan gugatan terkait pembatalan merek "open mic" di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2022).

Baca juga: Ramon Papana Buka Suara soal Merek Open Mic dan Klarifikasi Somasi Mo Sidik

Merek bernama "open mic" diketahui telah didaftarkan atas nama Ramon Papana pada 2013 silam.

Pendaftaran merek itu diketahui telah berdampak negatif kepada para komika Indonesia.

Salah satunya, Mo Sidik, yang mengaku pernah disomasi Rp 1 miliar saat hendak membuka Ketawa Comedy Club di kawasan Antasari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com