Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 08/02/2023, 18:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Tamara Bleszynski, Djohansyah, menjelaskan mengenai pengakuan kliennya tentang warisan ayahnya, Zbigniew Bleszynski, pihak lain.

Pengakuan tersebut kerap kali disampaikan oleh Tamara dalam beberapa keterangan tertulis unggahan Instagram-nya.

Kendati demikian dalam pernyataan Djohansyah ini, ia mengarahkan pihak lain adalah saudara Tamara, Ryszard Bleszynski alias Rick Bleszynski.

Baca juga: Alasan Ryszard Bleszynski Hanya Minta Tamara Bleszynski Ikut Bayar Pengobatan Ayah

“Bagaimana? 19 tahun Tamara tidak pernah dilibatkan dalam operasional (dalam RUPS), aturan-aturan pemegang saham. Tidak pernah diundang sama sekali,” ucap Djohansyah saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (8/2/2023).

Di tahun ke-19 Tamara menanam modal dalam sebuah perusahaan keluarganya, kata Djohansyah, Tamara diminta menandatangani surat utang.

“Itu yang mungkin mesti dilihat bahwa Tamara sama sekali tidak diberikan ruang untuk mengetahui dan terlibat di dalam hotel,” tutur Djohansyah.

Baca juga: Hakim Imbau Permasalahan Tamara Bleszynski dan Ryszard Bleszynski Bisa Berakhir Damai

Sebagai informasi, Tamara dan Ryszard merupakan dua dari sejumlah pemegang saham dalam perusahaan. Ryszard disebut sebagai pemegang saham terbesar, sedangkan saham Tamara sebesar 20 persen.

Sebagai informasi, pada medio Januari 2023, Ryszard Bleszynski menggugat Tamara Bleszynski atas kasus dugaan wanprestasi dengan permintaan ganti rugi senilai Rp 34 miliar.

Pada Desember 2001, keduanya disebut sepakat untuk membagi dua biaya pengobatan ayah mereka, Zbigniew Bleszynski, di Amerika Serikat.

Baca juga: Jawaban Pihak Ryszard Bleszynski soal Kabar 19 Kali Tak Undang Tamara Bleszynski ke RUPS

Namun menurut pihak Ryszard, Tamara belum pernah membayarnya hingga sekarang.

Sementara, pemicu lain adanya gugatan ini adalah Tamara yang melaporkan Ryszard ke Polda Jawa Barat pada Desember 2021 atas kasus dugaan penggelapan aset berupa hotel di kawasan Cipanas, Jawa Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+