Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/12/2022, 20:16 WIB
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan status kasus konten prank KDRT Baim Wong dan Paula Verhoeven dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Hal itu diungkap oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi.

"Iya, betul (sudah naik sidik)," kata Nurma saat dihubungi awak media, Senin (5/12/2022).

Nurma memastikan, yang naik ke tahap penyidikan adalah laporan Teuku Zanzabella dari Sahabat Polisi tertanggal Senin (3/10/2022).

Baca juga: Baim Wong Datangi Bareskrim Polri, Mau Laporkan Kasus Penipuan

"Yang naik penyidikan baru satu ini yang (Pasal) 220 ya," ujar Nurma.

Untuk itu, polisi menjadwalkan pemanggilan untuk Baim Wong dan Paula Verhoeven.

"Masih belum diperiksa. Nanti kami jadwalkan, ya," ucap Nurma.

Nurma menjelaskan, saksi dari laporan itu sudah diperiksa dan ditemukan unsur pidana.

"Ya, karena kan saksi sudah diperiksa. Barang bukti jelas, jadi ada unsur pidananya di situ makanya dinaikan ke penyidikan," tutur Nurma.

Baca juga: Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong-Paula Verhoeven Naik ke Penyidikan

Sebagai informasi, ada dua laporan polisi berbeda yang masuk mengenai konten prank KDRT Baim Wong dan Paula Verhoeven.

Laporan Sahabat Polisi terdaftar dengan Pasal sangkaan Pasal 220 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait Laporan Palsu dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Bukan hanya itu, seseorang bernama Mila Ayu Dewata juga melaporkan Baim Wong dan Paula Verhoeven ke polisi pada Selasa (4/10/2022).

Dalam laporan Mila, keduanya dijerat dengan Pasal 36 juncto Pasal 46 juncto Pasal 51 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

Baca juga: Polisi Terus Usut Konten Prank Baim Wong, Kini Pelapor Diperiksa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+