Kompas.com - 03/10/2022, 20:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau kepada seluruh lembaga penyiaran untuk tidak memberikan ruang kepada para pelaku kejahatan tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Jika masih ada televisi atau radio yang menampilkan pelaku KDRT, KPI akan melihat dahulu konteks apa yang ditayangkan dalam program tersebut.

"Televisi ini kan ada banyak genrenya. Ada televisi hiburan ada televisi berita. Dalam konteks pemberitaan dibutuhkan, karena ada narasumber dari pihak pelaku atau kuasa hukum pelaku, maka itu boleh dihadirkan," kata Nuning Rodiyah, Komisioner KPI Pusat di Kantor KPI, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Baca juga: KPI Apresiasi Keberanian Lesti Kejora Melapor ke Polisi soal KDRT

Akan tetapi, berbeda jika pelaku KDRT tampil sebagai bintang tamu dalam suatu program hiburan televisi.

"Jika tidak ada relevansinya sama sekali dengan penegakan hukum, maka ini jadi sangat memprihatinkan karena masih diberikan kesempatan untuk mereka tampil di televisi," ujar Nuning.

Karena itu, kata Nuning, KPI akan secara berkala memerhatikan setiap konteks program dari pelaku KDRT.

Baca juga: KPI Imbau Lembaga Penyiaran Tak Beri Ruang Pelaku KDRT

"Kami analisa dulu konteksnya ditampilkan seperti apa, jangan sampai kemudian pemahaman publik 'loh itu kan muncul di televisi'," ujar Nuning.

Nuning menjelaskan, KPI akan memberi izin apabila pelaku KDRT muncul dalam sebuah berita dalam kasus yang menjeratnya.

"Tapi kalau kemudian diglorifikasi, dipuja-puja, disentil-sentil gimana kamu melakukan KDRT, kok sekarang baik-baik saja, itu yang kemudian tidak boleh," tegas Nuning.

Baca juga: KPI Pusat Larang Pelaku KDRT Muncul di TV dan Radio, Karier Rizky Billar Terancam?

Sebagaimana diketahui pedangdut Lesti Kejora melaporkan suaminya Rizky Billar ke Polres Jakarta Selatan pada Rabu (28/9/2022).

Menurut laporan Lesti kepada pihak kepolisian, Rizky Billar telah mendorong, membanting hingga mencekiknya setelah ketahuan berselingkuh.

Akibat KDRT itu, Lesti Kejora sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.