Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Psikolog: Motif Kriss Hatta Pacari Anak di Bawah Umur Patut Dipertanyakan

Kompas.com - 28/09/2022, 19:11 WIB
Baharudin Al Farisi,
Dian Maharani

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Kriss Hatta banjir hujatan karena memilih berpacaran dengan anak di bawah umur.

Dalam kasus ini, psikolog anak dan keluarga, Astrid WEN menilai perlu dipertanyakan motif Kriss Hatta memacari anak di bawah umur yang memiliki selisih usia 20 tahun.

Untuk diketahui, Kriss Hatta yang berusia 34 memilih berpacaran dengan anak berusia 14 tahun.

Baca juga: Kriss Hatta Dihujat Usai Pengakuan Pacari Anak di Bawah Umur

Kriss Hatta dinilai paedofil dan melakukan child grooming.

“Ketika kita berusia 34 gitu, terus kemudian kita berpacaran dengan usia yang 14 tahun, tentu kita pasti bertanya-tanya. Mengapa demikian? Karena ini bukan suatu hal yang umum. Memang wajar sekali atau valid ketika kita mempertanyakan ketidakwajaran ini,” kata Astrid WEN saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Deretan Mantan Kekasih Kriss Hatta

Menurut Astrid, orang dewasa yang sudah matang umumnya mencari pasangan yang bisa diajak bertukar pikiran.

“Karena kan biasanya orang dewasa berusia 34 ketika mencari pasangan kan pasti menginginkan pasangan yang juga sama matangnya emosinya, yang juga bisa dapat diajak bertukar pikiran. Dan juga, mengambil pasangan yang sudah di usia dewasa, bukan usia anak. Jadi, memang motifnya perlu dipertanyakan sih,” tutur Astrid WEN lagi.

Astrid WEN menjelaskan, berpikir skeptis bukan hanya berlaku bagi publik, melainkan dari orangtua anak itu sendiri yang harus mempertanyakan motif Kriss Hatta.

Baca juga: Kata Psikolog soal Kriss Hatta Pacari Anak di Bawah Umur, Waspadai Child Grooming

“Sewajarnya sih, sebagai orangtua sih kita pasti mencari tahu dan berjaga-jaga. ‘Kenapa kamu dekati anak saya?’ Karena kita bukan berbicara antara orang berusia 30 tahun didekati orang berusia 50 tahun. Itu pasti wajar karena usianya sudah matang. Tapi kan ini anak belum matang,” ucap Astrid WEN.

Walau begitu, Astrid WEN juga mengingatkan kepada publik bahwa juga harus melihat dinamika dari keluarga anak itu sendiri.

“Siapa tahu, siapa tahu ya, siapa tahu ternyata mungkin keluarga menganut nikah sah-sah saja. Kayak pernikahan siri dengan usia akil baligh 14 tahun,” ujar Astrid WEN.

Baca juga: 4 Kontroversi Kriss Hatta, Pernah Dituding Palsukan Dokumen Pernikahan

Diberitakan sebelumnya, Kriss Hatta mengatakan hubungannya dengan seorang perempuan yang masih berusia 14 tahun itu berjalan dengan baik-baik saja.

Kriss Hatta berujar, selama satu setengah tahun terakhir dia merasa nyaman menjalani hubungan asmara dengan perempuan yang masih belia.

“Oh, yang masih belia itu ya? Sampai sekarang masih kok. Anaknya, aduh, baik banget. Memang sengaja aku enggak publish. kata Ibunya, 'sudah, jangan di-publish. Nanti biarkan dia mendapatkan populernya dia dengan caranya sendiri. Jangan lewat kamu',” ujar Kriss Hatta saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Tapi, nyaman kok dengan anak berbeda 20 tahun. Kayaknya, lebih sabar menghadapi aku yang lebih dominan dari segi mengatur, dari segi kasih tahunya, gitu,” ujar Kriss Hatta.

Meski usianya masih di bawah umur, Kriss Hatta menilai bahwa kekasihnya itu memiliki kepribadian seperti orang dewasa.

“(Dia) Enggak pernah cariin aku, enggak pernah kring-kring yang lebay. Aku senang dengan wanita-wanita kayak begitu. Malah aku justru yang kayak, 'waduh, gue lupa ya, hari ini belum telepon dia'. Akhirnya gue yang telepon. Tapi, sama dia, walaupun usia dia masih kecil, tapi gue kayak pacaran sama orang dewasa lho,” ucap Kriss Hatta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com