Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasha Ungu Ungkap Kronologi Video Viralnya Saat Marah di Jalanan Depok

Kompas.com - 06/09/2022, 07:52 WIB
Rintan Puspita Sari

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Pasha Ungu, vokalis dari grup band Ungu ungkap kronologi videonya yang viral karena terlihat marah-marah di salah satu jalan daerah Gandul, Cinere, Depok.

Dalam video yang diunggah salah satu akun media sosial itu memperlihatkan Pasha tegur orang yang sedang mengawasi proyek galian.

Tak hanya menegur, tapi Pasha turun tangan sendiri untuk mengatur lalu lintas di jalanan komplek itu.

Terkait videonya yang viral dan mendapat banyak dukungan dari netizen itu, Pasha kemudian mengungkap kronologi kejadiannya.

Baca juga: Pasha Ungu Akui Kiesha Alvaro Lebih Hebat daripada Dirinya, soal Apa?

Diakui Pasha, pagi itu dia sedang mengantar anak ke sekolah, tapi tiba-tiba di salah satu jalan lingkungan, arus tidak bergerak, begitu juga dari arah sebaliknya.

"Saya tunggu 10 menit kok enggak jalan, 15 menit, orang-orang juga enggak ada yang turun kan," kata Pasha dalam tayangan Brownis Trans tv.

"Saya penasaran, saya turun, kebetulan ada Adel juga, 'Bu aku turun dulu ya aku mau cek di depan ada apa,' karena anak ini udah telat, udah marah-marah di mobil," sambung Pasha.

Setelah turun dari mobil dan berjalan sekitar 100 meter, Pasha melihat ada proyek galian jalan, tapi lucunya tidak ada terlihat usaha untuk mengatur arus lalu lintas.

Baca juga: Kiesha Alvaro Dicap Playboy, Pasha Ungu: Saya Lupa yang Dikenalin Mana Saja

"Saya lihatin dulu, dia asik gali, sementara si pengawas ini, menurut saya dia pengawas kayaknya, kok seolah-olah tidak ada upaya untuk rekayasa jalan, kan harus diatur dong," tutur Pasha.

"Minimal masukin sini yang sana nunggu, habis gitu yang sini nunggu, sana lewat, kan gitu, kok santai aja," lanjutnya.

Akhirnya setelah mengamati pekerjaan mereka yang terlihat tidak ada usaha mengatur arus lalu lintas, Pasha menegur orang yang dianggapnya seperti pengawas proyek.

"Saya sampaikan bahwa pekerjaan seperti ini ada aturannya, bukan kami sok tahu, bukan persoalan anak sekolah. Satu (pekerjaan seperti ini) ada jam-jamnya," kata Pasha.

"Kedua, harus ada koordinasi, minimal lurah tahu, RT RW tahu, minimal ada pengamanan, kalau agak ribet sedikit, Dishub harus datang, ada pemasangan plang, jadi kami yang dari jauh itu sudah tahu, jalan dialihkan," imbuhnya.

Melihat tidak adanya aksi nyata dari pekerja proyek untuk mengatur lalu lintas, Pasha mengakui dirinya saat itu memang sedikit kesal.

"Mohon maaf, dari pihak kemarin pekerjaan itu enggak ada yang berusaha biar jalannya diurai, mohon maaf, saya agak sedikit kesel," ujar Pasha.

Setelah videonya itu viral, Pasha sempat mendapat laporan bahwa proyek di jalan itu sudah selesai.

"Alhamdulillah kemarin katanya sudah selesai, kalau kemarin kita enggak inisiatif (atur jalan), enggak akan jalan," ucapnya.

"Apalagi itu jalan lingkungan, paling 6 meter, kalau dipakai jalan badan setengah, tinggal setengah," imbuhnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com