Kompas.com - 13/08/2022, 18:28 WIB

BALI, KOMPAS.com - Grup band Navicula berbicara cukup kritis saat tampil di festival musik Prost Fest.

Band psychedelic-grunge asal Bali ini menyinggung isu-isu global hingga buruknya kualitas udara di kota Jakarta.

Navicula membuka penampilannya dengan menyanyikan lagu "Menghitung Mundur".

Baca juga: The Dare Suguhkan Pop Darling Khas Lombok di Prost Fest

"Pros Fest angkat tangan kalian semua. Mari menghitung mundur bersama Navicula," seru Robi, sang vokalis.

"Everyone Goes to Heaven", "Biarlah Malaikat", dan "Busur Hujan" kemudian dibawakan secara silih berganti.

Sebelum beranjak ke lagu "Kembali ke Akar", Navicula sempat menyinggung masalah perubahan iklim global.

Baca juga: Lineup Prost Fest 2022 Hari Pertama, Ada Kaleb J hingga Slank

Lewat lagu tersebut, Navicula mengajak para penonton ikut merespons isu perubahan iklim global ini dengan aksi-aksi kecil dari diri sendiri.

"Dinasti Matahari" dan "Mafia Hukum" menjadi lagu selanjutnya yang menghentak panggung.

"Lagu berikutnya untuk Bali tercinta. Satu-satunya tempat di dunia yang berani tutup 1x24 jam sampai bandaranya ditutup, stop semua aktivitas," kata Robi.

"Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti" langsung disambut meriah para penonton.

Baca juga: Tiket Ludes Terjual, Prost Fest 2022 Siap Ramaikan Pantai Mertasari Sanur

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.