Kompas.com - 27/06/2022, 22:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis Nikita Mirzani membantah ada ajakan mediasi dari pihak Dito Mahendra atas kasus pencemaran nama baik.

Sebelumnya, pihak Dito Mahendra mengatakan sudah mengajak Nikita Mirzani mediasi yang difasilitasi penyidik Sat Reskrim Polresta Serang Kota pada 24 Juni 2022.

Namun, Nikita Mirzani tak menghadiri ajakan mediasi itu karena sedang berada di Bali.

Baca juga: Nikita Mirzani: Di Holywings Ada Ribuan Pegawai yang Cari Nafkah

"Niki tidak pernah diundang untuk mediasi ataupun secara tertulis lisan maupun dengan detail. Seperti itu kejadiannya, tapi tiba-tiba ada orang yang mengaku mediasi gagal, apa yang gagal?" kata Fahmi Bachmid, kuasa hukum Niki, saat ditemui di Gedung TNCC Mabes Polri, Senin (27/6/2022).

"Namanya mediasi itu bukan seseorang dengan seseorang, tapi dengan pelapor dengan yang terlapor itu yang dipertemukan bukan mempertemukan wakil daripada pelapor dan terlapor atau saya yang dipertemukan," lanjutnya.

Nikita Mirzani merasa bingung karena ada pemberitaan soal restorative justice dari pihak Dito Mahendra.

Baca juga: Kuasa Hukum Nikita Mirzani Luruskan Status Tersangka Laporan Dito Mahendra

"Tidak ada surat panggilan secara resmi, secara telepon, ataupun secara WhatsApp, mereka juga kan pegang nomor telepon Niki kan. Jadi, Niki tuh sempat bingung pas di Bali kok ada restorative justice begini? Dia ngundang ke mana? Ke siapa?" kata Nikita Mirzani.

Ibu tiga anak itu merasa ada serangkaian peristiwa aneh dalam perjalanan kasus dugaan pencemaran nama baik atas laporan Dito Mahendra.

Pertama, Nikita Mirzani disebut sudah menjadi tersangka dalam kasus tersebut sehingga penyidik Polresta Serang Kota mendatangi rumahnya.

Baca juga: Nikita Mirzani Dicecar 40 Pertanyaan soal Rumahnya Didatangi Polisi

Setelah itu Kabid Humas Polres Serang Banten mengklarifikasi bahwa status Nikita masih sebagai saksi.

Beberapa hari kemudian, Polres Serang Banten juga menerima sejumlah pengiriman bunga papan yang mengucapkan selamat atas penetapan Nikita sebagai tersangka.


"Nanti besok apa lagi setelah ini? Jadi bingung sebenarnya mau apa mereka. Ini kasus sebenarnya benar apa enggak sih?" pungkas Nikita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.