Kompas.com - 24/05/2022, 09:06 WIB

KOMPAS.com - Persidangan dalam kasus gugatan pencemaran nama baik antara Johnny Depp dan mantan istrinya Amber Heard memasuki minggu terakhir, dan dengan lebih banyak saksi yang mengambil posisi dalam pembelaan Heard.

Kasus ini terkait dengan tuduhan yang dibuat secara terbuka oleh Heard mengenai pernikahan mereka, dalam sebuah opini di Washington Post, yang menyebabkan Depp menuntut ganti rugi sebesar 50 juta dollar AS (sekitar Rp 730 miliar) dan membantah pernah melakukan kekerasan fisik.

Sedangkan Heard menggugat balik sebesar 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1,4 triliun).

Berikut rangkuman awal munculnya kasus Amber Heard dan Johnny Depp yang telah menyita banyak perhatian.

Tentang gugatan

Depp pertama kali mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Heard pada Maret 2019, sebagai tanggapan atas tulisan opini Heard untuk Washington Post pada Desember 2018 tentang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Artikel itu sendiri tidak menyebut nama Depp, tetapi perceraian mereka yang kontroversial pada 2016 telah menjadi berita selama dua tahun sebelumnya.

Atas tulisannya itu, Heard menjadi figur publik yang merepresentasikan kekerasan dalam rumah tangga.

Gugatan itu mengatakan bahwa Heard bukanlah korban kekerasan dalam rumah tangga, melainkan dia adalah pelaku, dan Depp membantah pernah melakukan kekerasan pada Heard.

Sebaliknya, gugatan itu mengatakan bahwa tuduhan Heard adalah bagian dari "hoaks yang teliti untuk menghasilkan publisitas positif" untuk aktris tersebut.

Baca juga: Kate Moss Akan Bersaksi di Persidangan Johnny Depp dan Amber Heard

Dalam pengajuan pengadilan yang berusaha untuk menolak gugatan pencemaran nama baik Depp, Heard memerinci beberapa contoh dugaan kekerasan yang dia katakan terjadi selama pernikahan mereka dan menyebut Depp sebagai "Monster".

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.