Sebelum KKN di Desa Penari, Sutradara Sempat Jenuh Kerjakan Film Horor yang Ceritanya Itu-itu Saja

Kompas.com - 22/05/2022, 11:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum akhirnya memutuskan untuk memproduksi KKN di Desa Penari, sutradara Awi Suryadi mengaku jenuh menggarap film bergenre horor.

Bukan tanpa alasan, Awi merasa alur cerita kebanyakan film horor sudah tertebak oleh penonton.

"Saya waktu itu sudah sempat boleh dibilang dalam posisi titik jenuh mengerjakan film horor. Kayaknya, sudah itu-itu lagi. Kita tahulah tipikal, ya hantunya dulunya manusia yang dizalimi, lalu mati dan arwahnya jadi penasaran," ujar Awi dalam pertempuran virtual belum lama ini.

Baca juga: Sutradara Ungkap Alasan KKN di Desa Penari Banyak Ditonton

Kendati demikian, setelah membaca utas akun Twitter SimpleMan soal KKN Desa Penari, Awi seakan menemukan pencerahan dan napas baru untuk film horor.

"Hantunya ini kita enggak kenal, hantunya ini figur mistis, jin, yang kita enggak tahu back story-nya apa. Jadi, ya itu baru banget buat saya. Dan, karena otentik banget dengan budaya Jawa, ya saya sebagai pembaca langsung enggak bisa lepas," tutur Awi.

Sejak awal membaca utas tersebut, Awi mengaku sudah bisa membayangkan visual yang bakal ditampilkan untuk penonton.

Baca juga: [POPULER HYPE] Fakta tentang Pengacara Amber Heard | Klarifikasi Sutradara KKN di Desa Penari

"Memang dari awal saya bilang ke MD, 'ini materi sudah sangat siap untuk difilmkan'," ucap Awi.

Kini, KKN di Desa Penari menjadi film terlaris sepanjang sejarah di Indonesia.

Film tersebut melampaui pencapaian Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1.

Baca juga: Sutradara Bantah Rowo Bayu Lokasi Kejadian KKN di Desa Penari yang Disebut Erick Thohir dan Sudirman

Awi berujar, ia tidak sepenuhnya mengubah cerita berdasarkan utas SimpleMan untuk film KKN di Desa Penari.

"Jadi, boleh dibilang, mungkin 80 hingga 90 persen sama dengan thread-nya. Yang membedakan mungkin adalah, kalau di thread enggak ada durasi tayang, beda dengan film," kata Awi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.