Klarifikasi Sutradara KKN di Desa Penari soal Figuran Dibayar Rp 75.000 dan Dilarang Hapus Makeup 24 Jam

Kompas.com - 20/05/2022, 17:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara KKN di Desa Penari Awi Suryadi akhirnya buka suara soal kabar miring yang tengah menerpa film tersebut.

Kabar menyebutkan bahwa terdapat salah satu pemeran figuran hantu bernama Subardo harus syuting selama 24 jam dan tidak diperbolehkan menghapus rias wajah.

Selain itu, kabar tersebut juga menyebutkan bahwa Subardo hanya mendapatkan bayaran Rp 75.000 untuk perannya.

Baca juga: Nonton Sekuel Doctor Strange dan KKN di Desa Penari Cuma Rp 20 Ribuan, Ini Caranya!

"Jadi, intinya adalah tidak betul bahwa mereka tidak boleh menghapus make up selama 24 jam," tegas Awi dalam diskusi daring “Perubahan Tren Film Indonesia Pasca Covid-19 Melandai” pada Jumat, (20/5/2022).

Masih ingat betul di dalam benak Awi, pada saat itu merupakan syuting hari terakhir.

“Meraka (pemeran figuran hantu) di-calling jam 10 pagi. Kita syuting hari itu selesai jam 10 malam. Jadi, totalnya 12 jam,” tutur Awi.

Baca juga: Raja Baru Film Indonesia, KKN di Desa Penari

Dengan begitu, ia membantah mengenai kabar yang menyebutkan adanya larangan menghapus rias wajah selama 24 jam.

Dalam kesempatan yang sama, Awi juga mengklarifikasi mengenai soal bayaran yang didapatkan oleh pemeran figuran hantu senilai Rp 75.000.

Sebagai sutradara, Awi mengaku tidak mengetahui besaran bayaran yang diterima pemeran film termasuk pemeran hantu figuran di film KKN di Desa Penari.

Baca juga: [POPULER HYPE] Sosok Camille Vasquez, Pengacara Johnny Depp | KKN di Desa Penari Tembus 7 Juta Penonton

Tetapi, dengan adanya kabar tersebut, Awi menegaskan, ia telah mengonfirmasi langsung kepada rumah produksi yang memiliki kewenangan akan hal tersebut.

“Saya langsung mengonfirmasi ke bagian casting. Bagian casting memastikan kepada saya. 'Mas Awi, yang keluar dari kita tidak segitu jumlahnya. Tapi, karena mereka bekerja sama dengan agensi lokal sana, tentunya ada potongan oleh agensi tersebut'. Potongannya berapa, mereka juga enggak tahu,” ungkap Awi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.