Ada Figuran di Kasus Mafia Tanah Keluarga Nirina Zubir, Pura-pura Jadi Pemegang Kuasa untuk Jual Aset

Kompas.com - 17/05/2022, 15:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdapat sandiwara yang diduga dikelola oleh notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau terdakwa Farida atas kasus mafia tanah keluarga artis peran Nirina Zubir.

Hal ini terungkap ketika kakak Nirina Zubir, Fadhlan Karim, bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat atas terdakwa Riri Khasmita dan suaminya, Edrianto.

Setelah mencecar berulang kali kepada Riri Khasmita bagaimana kabar enam aset surat yang ia urus tetapi tak kunjung selesai, Fadlan beserta keluarga akhirnya dipertemukan oleh Farida dan Cito.

Baca juga: Jadi Saksi Kasus Mafia Tanah, Nirina Zubir Harap Eks ART Divonis Seberat-beratnya

"Bertemu dengan notaris Farida di kantornya, di Tangerang. Di sana, Farida menekankan, 'Iya, mama kamu itu datang ke saya, bawa surat kuasa agar saya urus surat kepada saudara Cito'," ucap Fadhlan di dalam persidangan, Selasa (17/5/2022).

Untuk meningkatkan kepercayaan, keluarga Nirina meminta Cito untuk membuktikan bahwa ia merupakan kuasa dari ibundanya, Cut Indria Marzuki.

Dengan begitu, Fadhlan pun bertemu lagi beberapa hari kemudian dengan Cito. Di sana, Cito membawa sejumlah kwitansi yang ia klaim sebagai barang bukti pembayaran.

Baca juga: Bakal Bertemu Lagi dengan Riri Khasmita, Begini Reaksi Nirina Zubir

"Tapi semua kwitansi fotocopy-an dengan pembayaran senilai Rp 2 miliar, ratusan juta terasa aneh. 'Kok aneh pembayaran sebesar itu tidak melalui bank atau transfer? Kenapa kwitansi semua?'," ujar Fadhlan saat menanyakan kepada Cito.

Setelah disudutkan, Cito akhirnya mengakui perbuatannya dan justru menawarkan jasa kepada keluarga Nirina Zubir.

"Dia bilang, 'saya figuran dari Farida'. Kami merasa dibohongi. '4 surat kalian sudah diagunkan, 2 sudah dijual, surat kuasa itu palsu'," ucap Fadhlan.

Baca juga: Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

"Setelah itu dia bilang, 'kalau enggak percaya, besok ke BPN'. Saya ke BPN Jakarta Barat, setelah cek, memang nama (surat) sudah berubah," tutur Fadhlan melanjutkan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.