Kompas.com - 07/02/2022, 16:34 WIB

KOMPAS.com - Kasus penipuan Simon Leviev atau Shimon Hayut mulai disorot masyarakat dunia usai Netflix tayangkan film dokumenter The Tinder Swindler.

The Tinder Swindler menayangkan kisah nyata penipuan yang dilakukan oleh Simon Leviev terhadap para wanita di Eropa.

Penipuan yang dilancarkan mulanya dari aplikasi kencan Tinder itu membuat Simon Leviev mendapatkan keuntungan total 10 juta dollar US atau setara Rp144 miliar.

Dilansir dari Variety, Senin (7/2/2022), pihak Tinder mengatakan bahwa saat ini akun atas nama Simon Leviev sudah hilang di aplikasi mereka.

Baca juga: 12 Fakta Simon Leviev dari Tinder Swindler

Demikian akun atas nama samaran yang dibuat oleh Shimon Hayut.

"Kami telah melakukan penyelidikan internal dan dapat mengonfirmasi bahwa Simon Leviev tidak lagi aktif di Tinder dengan nama aliasnya yang diketahui," kata perwakilan Tinder kepada Variety.

Akun Simon Leviev dibanned setelah penayangan perdana The Tinder Swindler pada Rabu (2/2/2022).

Setelah dibanned dari Tinder, Simon Leviev sempat aktif di Instagram. Akun Instagram Simon memiliki 200.000 pengikut.

Baca juga: 5 Fakta Simon Leviev, Pria Penipu di The Tinder Swindler

Pada Jumat, Simon mengatakan bahwa dia siap menceritakan kencan dengan para wanita dari Tinder versinya.

Namun pada Senin (7/2/2022) diketahui bahwa akun Simon kini tidak bisa ditemukan di Instagram.

Sebagai informasi, Simon Leviev menipu para wanita di Tinder dengan mengaku sebagai putra konglomerat.

Dia mengaku berada dalam kejaran 'musuh' dan meminta para wanitanya menyerahkan uang serta kartu kredit mereka padanya.

Baca juga: Sinopsis The Tinder Swindler, Kisah Nyata Penipu Ulung pada Aplikasi Tinder

Atas kasus tersebut Simon dideportasi dan dikembalikan ke negara asalnya, Israel.

Simon dihukum 15 bulan penjara para 2019 namun dia bebas setelah menjalani masa hukuman lima bulan.

Korban penipuan Simon menceritakan hal tersebut dalam film dokumenter Netflix The Tinder Swindler berdurasi 114 menit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Variety
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.