Kompas.com - 30/12/2021, 20:51 WIB
Prisia Nasution berpose disela sesi wawancara preskon Film Teman Kondangan di Ecology Bistro Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, (20/12/2019). Pada film tersebut Prisia Nasution berperan sebagai Putri. KOMPAS.com/M ZAENUDDINPrisia Nasution berpose disela sesi wawancara preskon Film Teman Kondangan di Ecology Bistro Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, (20/12/2019). Pada film tersebut Prisia Nasution berperan sebagai Putri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Prisia Nasution berbagi cerita apa yang telah dia dapatkan setelah menjalani proses syuting film Sokola Rimba di provinsi Jambi pada 2013.

Rupanya, di balik proses produksi tersebut, Prisia Nasution berpendapat ada satu persoalan di desa yang harus ditangani serius, yakni Sumber Daya Manusia (SDM).

"Permasalahan ada di orang desa sendiri. SDM di desa sudah siap, tapi mereka minder sama turis. Jadi, adat dan budaya mereka ditinggalkan," kata Prisia dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (30/12/2021).

"Enggak mau pakai sarung, kain tenun, malah pakai jeans. Nah orang-orang kota yang datang ke desa itu justru yang pakai sarung mereka," ungkap Prisia melanjutkan.

Baca juga: Sinopsis Temen Kondangan, Dilema Prisia Nasution saat Mantan Menikah

Sokola Rimba menceritakan tentang realita kehidupan anak-anak yang belum mendapatkan haknya untuk menempuh pendidikan di bangku sekolah.

Dalam film besutan sutradara Riri Riza tersebut, Prisia Nasution berperan sebagai perempuan bernama Butet Manurung yang mengajarkan baca tulis kepada anak-anak masyarakat Suku Anak Dalam (Orang Rimba).

Berangkat dari perannya tersebut, pemilik nama lahir Prisia Wulansari Nasution itu baru sadar, setiap desa memiliki permasalahan masing-masing.

Prisia Nasution berpendapat, SDM sebaiknya dikelola dengan bijaksana agar masyarakat desa percaya diri memperkenalkan desanya kepada wisatawan yang berkunjung.

Baca juga: Samuel Rizal: Prisia Nasution Ingatkan Saya Tinggalkan Adit Eiffel, Im In Love

"Saya bantu SDM anak-anaknya, kalau ada turis ke sana, bagaimana kalian handle, kita bentuk anak-anak ini sebagai tuan rumah. Enggak ada atasan atau bawahan. Jadi mereka yang datang adalah tamu dan kalian tuan rumah," kata Prisia Nasution.

Pendapat Prisia tersebut direspons baik oleh Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.