Kompas.com - 03/12/2021, 08:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan istri siri Bambang Pamungkas, Amalia Fujiawati akhirnya melaporkan mantan suaminya ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penelantaran anak, Kamis (2/12/2021).

Amalia Fujiawati datang ditemani kuasa hukumnya, Ali Nurdin.

Usai melapor, Amalia Fujiawati juga memberikan pesan untuk Bambang Pamungkas.

Kompas.com merangkum beberapa hal usai laporan, sebagai berikut.

Terancam lima tahun penjara

Laporan Amalia Fujiawati tertuang dalam surat laporan bernomor LP/B/6039/XII/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Dengan adanya laporan itu, Bambang Pamungkas terancam lima tahun penjara karena disangkakan dengan Pasal 76B jo 77B UU No.34 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Hari ini kami memutuskan bahwa kami membuat laporan di Polda Metro Jaya, terkait dengan pasal 76B junto 77B," kata Ali Nurdin selaku kuasa hukum Amalia Fujiawati di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis.

Baca juga: Amalia Fujiawati Laporkan Bambang Pamungkas atas Kasus Penelantaran Anak

"Intinya ada penelantaran anak di situ ada pidananya dengan ancaman penjara maksimal lima tahun penjara dan denda Rp100 juta,” ujarnya melanjutkan.

Laporan itu dilayangkan Amalia untuk memperjuangkan hak anaknya agar nantinya bisa mendapatkan hak administrasi ke depan.

Berat dan harus punya kesadaran hati

Amalia Fujiawati mengatakan, sesungguhnya berat baginya membawa kasusnya dengan Bambang Pamungkas ke ranah hukum.

Namun, Amalia hingga saat ini tak mendapat itikad baik dari Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas.

Oleh karenanya, ia berharap Bambang Pamungkas bisa merespons karena adanya laporan tersebut.

“Pasti berat, saya berharap Pak Bepe itu bisa dengan kesadaran hati untuk mengakui bahwa itu anaknya dan tidak berbohong lagi,” kata Amalia.

Baca juga: Laporkan Bambang Pamungkas ke Polisi, Amalia Fujiawati: Pasti Berat dan Harusnya Punya Kesadaran Hati

Awalnya tidak pernah terpikirkan dari Amalia melaporkan Bambang ke polisi.

“Sebenarnya saya tidak ingin ini dibawa sampai sejauh ini, tapi kondisinya anak saya ada di dunia ini dan memang anaknya beliau,” ungkap Amalia.

Langkah hukum terakhir

Pihak Amalia Fujiawati menyebut bahwa laporan tersebut menjadi langkah hukum terakhir.

Pasalnya, sampai saat ini Bepe tak juga merespons. Bahkan, tes DNA anak pun telah dilakukan.

“Sebetulnya ini adalah langkah hukum terakhir. Di mana beliau sebagai ibu tidak mengharapkan nafkah dari bapaknya, dia juga tidak mengharapkan warisan dari bapak,” kata Ali.

“Beliau hanya berharap ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan hak administrasi anak-anaknya ke depan,” tambahnya.

Baca juga: Laporkan Bambang Pamungkas, Amalia Fujiawati Sebut sebagai Langkah Hukum Terakhir

Sebelumnya pintu komunikasi telah dibuka oleh Amalia Fujiawati. Namun sampai dengan sekarang belum ada juga itikad baik dari Bambang Pamungkas.

“Karena pada saat awal komunikasi kami sudah mengundang tapi tidak ditanggapi, kemudian lakukan gugatan di pengadilan agama lagi berjalan di tingkat banding. Tapi dari situ sama sekali tidak ada itikad baik,” tutur Ali Nurdin.

Belum ada komunikasi

Amalia Fujiawati memastikan bahwa dari awal kasus ini bergulir, ia dan Bambang Pamungkas tidak berkomunikasi.

Padahal, pihak Amalia sudah membuka jalur komunikasi, tapi hasilnya tetap nihil.

“Sama sekali tidak ada komunikasi, enggak pernah ada,” ujar Amalia Fujiawati.

Baca juga: Amalia Fujiawati Tegaskan Belum Ada Komunikasi dengan Bambang Pamungkas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.