Kompas.com - 02/12/2021, 12:36 WIB
Dalam foto yang diambil pada 12 April 2019, aktor Alec Baldwin menghadiri ulang tahun Exploring Arts di  Hammerstein Ballroom di New York City.  Alec Baldwin menembakkan senjata api untuk syuting film Rust di New Mexico, Kamis (21/10/2021). Kejadian itu menewaskan seorang sinematografer dan melukai sutradara. AFP/ANGELA WEISSDalam foto yang diambil pada 12 April 2019, aktor Alec Baldwin menghadiri ulang tahun Exploring Arts di Hammerstein Ballroom di New York City. Alec Baldwin menembakkan senjata api untuk syuting film Rust di New Mexico, Kamis (21/10/2021). Kejadian itu menewaskan seorang sinematografer dan melukai sutradara.

KOMPAS.com - Polisi tengah menyelidiki tentang kemungkinan sumber amunisi yang menyebabkan penembakan fatal di lokasi syuting Rust.

Sebagai informasi, aktor Alec Baldwin menembakkan pistol yang berisi peluru tajam dan akhirnya menewaskan direktur fotografi Rust, Halyna Hutchins, serta melukai sutradara Joel Souza.

Dia mengeklaim tidak menyadari pistol tersebut diisi dengan peluru tajam.

Baca juga: Insiden Penembakan yang Tewaskan Halyna, Alec Baldwin: Saya Tidak Tarik Pelatuk Pistol

Pada Selasa, 30 November 2021, pihak berwenang menyelidiki asal-usul peluru dengan menggeledah tempat pemasok senjata api dan amunisi di Albuquerque, New Mexico.

Menurut keterangan resmi dari kantor Sherrif Santa Fe County, Seth Kenney dan bisnisnya PDQ Arm & Prop menyediakan amunisi serta senjata prop film untuk produksi Rust.

Polisi awalnya menemukan 500 butir amunisi pada set Rust di pinggiran kota Santa Fe, termasuk peluru kosong, tiruan, dan tampak seperti asli.

Baca juga: Alec Baldwin Kembali Angkat Bicara Usai Tak Sengaja Tembak Mati Halyna Hutchins: Dia Temanku

Masih dalam keterangan pers yang sama, penyelidik mengatakan pembuat senjata untuk film Rust, Hannah Gutierrez Reed, mengisi pistol dengan lima peluru tiruan dan menambahkan satu lagi sebelum istirahat makan.

Kemudian pistol berjenis Revolver itu dimasukkan ke dalam truk dan diklaim ditambahkan peluru lagi ketika dibersihkan.

Seorang anggota kru mengatakan kepada polisi bahwa amunisi dibeli dari setidaknya tiga sumber untuk produksi Rust.

Baca juga: Polisi Ungkap Hasil Penyelidikan Penembakan oleh Alec Baldwin di Tempat Syuting Film Rust

Kuasa hukum Gutierrez Reed, Jason Bowles, mengatakan, kantor Sherrif telah mengambil langkah yang besar untuk mengungkapkan kebenaran tentang siapa yang menempatkan peluru tajam itu.

"Dengan mengeksekusi surat perintah penggeledahan pada PDQ Arm & Prop, dimiliki oleh Armorer-Mentor, Seth Kenny," kata Jason Bowles.

"Surat perintah ini merupakan langkah besar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan kami memuji kantor Sherrif serta penyelidik utama mereka atas pekerjaan yang tak kenal lelah untuk menemukan kebenarannya," ucapnya lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber NME
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.