Kompas.com - 10/10/2021, 15:05 WIB
Soimah Pancawati hadir dalam jumpa pers program musik layar kaca D'Academy 2, di SCTV Tower, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2015). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANASoimah Pancawati hadir dalam jumpa pers program musik layar kaca D'Academy 2, di SCTV Tower, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Soimah Pancawati mengaku, sering mendapat tawaran untuk terjun ke dunia politik.

Menurut Soimah, tawaran menjadi anggota dewan, pejabat, atau bahkan bupati sering masuk tetapi selalu ditolaknya.

"Sering aku dapat tawaran jadi bupati, wakil bupati," kata Soimah, dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Minggu (10/10/2021).

Deddy Corbuzier lantas penasaran mengapa Soimah menolak tawaran-tawaran tersebut.

Baca juga: Tak Pernah Paksa Anak Jadi Seniman, Soimah: asal Enggak Narkoba

Padahal, di satu sisi, menurut Deddy Corbuzier, Soimah justru bisa membantu para seniman daerah yang kesulitan apabila memiliki jabatan dan suara di pemerintahan.

"Takut jadi bajingan nanti saya. Walaupun enggak semua ya. Tapi saya beranggapan, ini belum tentu benar juga, tapi menurut saya banyak bajingan," kata Soimah.

Soimah tidak ingin masuk ke dalam lingkungan politik karena tidak ingin menjadi orang-orang tidak baik seperti yang dimaksud.

"Saya enggak mau terperangkap ada di lingkup bajingan, takutnya ikut (jadi) bajingan," ujarnya lagi.

Oleh karenanya, Soimah selalu menolak tawaran-tawaran untuk terjun ke dunia politik.

Baca juga: Sering Tolak Job karena Mood, Soimah: Rp 500 Juta Aku Tolak

Soimah memilih untuk membantu seniman-seniman daerah yang tak diperhatikan pemerintah dengan caranya sendiri.

Salah satu upayanya yang sedang dilakukan adalah dengan membangun sebuah pendopo untuk tempat berkesian.

Nantinya, menurut Soimah, pendopo tersebut bisa digunakan para seniman untuk berlatih secara gratis.

Saat ini, pendopo yang dimaksud masih dalam proses pembangunan.

Baca juga: Sering Tolak Job karena Mood, Soimah: Rp 500 Juta Aku Tolak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.