Kompas.com - 04/10/2021, 07:47 WIB
Jungkook BTS dituding melakukan iklan terselubung. Twitter/@BTS_twtJungkook BTS dituding melakukan iklan terselubung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perdagangan di Korea Selatan memberikan respons atas laporan seorang warga yang menuding Jungkook BTS melakukan iklan terselubung.

Menurut seorang perwakilan dari komisi tersebut, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait tindakan yang dilakukan oleh Jungkook BTS.

Namun, dari fakta yang didapat hingga saat ini, kecil kemungkinan tindakan Jungkook bisa disebut sebagai iklan terselubung.

Baca juga: Jungkook BTS Dituding Melakukan Iklan Terselubung, ARMY Ramai-ramai Cuitkan Tagar #StandForJK

Pasalnya, dalam dua unggahan Jungkook di media sosial, member termuda BTS itu sama sekali tidak membicarakan pakaian yang ia kenakan.

"Komisi akan memverifikasi fakta lebih lanjut, tapi jika Jungkook belum bicara tentang kemeja yang dimaksud, maka komisi tidak akan menganggap tindakannya sebagai penipuan," kata seorang perwakilan Komisi Perdagangan dikutip Kompas.com dari Koreaboo, Senin (4/10/2021).

Jungkook dilaporkan karena dianggap telah merugikan pasar yang adil dan bebas.

Baca juga: Bucin Jungkook BTS Tapi Dapat Rizky Nazar, Syifa Hadju: Ini Jalan Lebih Realistis

Ketenaran Jungkook yang kini telah mendunia disebut bisa menarik minat konsumen dengan apa pun yang ia kenakan.

Seorang warga melaporkan Jungkook atas tudingan iklan terselubung karena beberapa kali menggunakan pakaian dengan merek dagang kakaknya sendiri, Six6uys.

"BTS adalah grup papan atas yang mewakili Korea Selatan. Bahkan jika Jungkook tidak secara pribadi membagikan ulasan mengenai produk yang dikenakan atau meminta penggemar membeli produk itu setelah ia mengunggahnya ke media sosial, merek dagang akan tetap menerima peningkatan keuntungan karena pakaian itu sering digunakan oleh Jungkook," demikian isi laporan warga atas Jungkook BTS.

Baca juga: Jungkook BTS Berikan Apartemen Seharga Rp 48 Miliar Miliknya pada Sang Kakak

"Dengan demikian, ini dapat merusak pasar yang adil dan bebas, yang merupakan sesuatu yang sangat dilarang oleh Komisi Perdangan Adil," lanjut isi laporan tersebut.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Koreaboo
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.