Kompas.com - 09/09/2021, 16:09 WIB
Reza Artamevia tampil dalam 5 Cinta concert di The Pallas SCBD, Jakarta, Kamis (3/5/2018) malam. Konser tersebut menampilkan Reza Artamevia, Rio Febrian, Yura Yunita, Andre Hehanussa, dan Rieka Roslan yang menceritakan kisah cinta mereka dalam lantunan lagu-lagu populer lintas generasi. MAULANA MAHARDHIKAReza Artamevia tampil dalam 5 Cinta concert di The Pallas SCBD, Jakarta, Kamis (3/5/2018) malam. Konser tersebut menampilkan Reza Artamevia, Rio Febrian, Yura Yunita, Andre Hehanussa, dan Rieka Roslan yang menceritakan kisah cinta mereka dalam lantunan lagu-lagu populer lintas generasi.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyanyi Reza Artamevia menceritakan saat dia menjalani rehabilitasi, ibunya sempat mengirimkan sepucuk surat.

Diketahui, Reza menjalani rehablilitasi akibat narkoba di Panti Rehabilitasi BNN Lido selama 10 bulan.

Reza mengakui selama itu dia tak ingin berbicara dengan ibunya, Endang Sri Wahyuni.

Baca juga: Reza Artamevia Akui Terjerat Kasus Narkoba adalah Titik Terendah Hidupnya

“Selama itu, sama Moesye (ibu), aku enggak mau teleponan sama dia. Takut dia nangis. Dia ibuku. Aku takut pasti nangis dan enggak bisa kontrol,” kata Reza dikutip dari kanal YouTube MAIA ALELDUL TV, Kamis (9/9/2021).

“Terus Moesye kirim surat. Intinya suratnya indah banget. Menurutku luar biasa, di sana aku kasih baca semua,” lanjut Reza kepada Maia Estianty.

Surat tersebut ternyata sangat menguatkan Reza dalam upaya pemulihannya dari narkoba.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Buat Keluarga Sedih Saat Tersandung Kasus Narkoba, Reza Artamevia: Ini karena Kebodohanku

Setelah membaca surat itu, Reza menjadi semakin tenang dan termotivasi untuk sembuh dari candu barang haram tersebut.

“Rata-rata indah. Beliau sangat menenangkan dan membuiat aku jadi bangkit dan kuat,” ucap Reza.

Pelantun “Berharap Tak Berpisah” itu mengakui bahwa titik terendahnya adalah saat terjerat dalam kasus narkoba.

Baca juga: Reza Artamevia Akan Kembali Berkarya Usai Bebas Rehabilitasi Narkoba

“Titik terendah itu, ya kemarin itu. Yang disekolahin itu. Yang membuat aku titik terendah, aku membuat sedih dan sakit anak dan keluargaku,” ungkap Reza.

Sebagai informasi, Reza Artamevia ditangkap polisi di sebuah restoran (4/9/2020).

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti sabu seberat 0,78 gram yang dibeli dengan harga Rp 1,2 juta.

Setelah menjalani masa hukuman dan rehabilitasi selama 10 bulan, Reza Artamevia bebas pada 17 Juli 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.